Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

PMI JEMBER Distribusikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir

Dwi Siswanto • Jumat, 6 Maret 2026 | 19:10 WIB

KEBUTUHAN PENTING: Petugas PMI Jember mengisi air bersih di tandon untuk warga terdampak banjir luapan Sungai Dinoyo di Dusun Krajan, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji.
KEBUTUHAN PENTING: Petugas PMI Jember mengisi air bersih di tandon untuk warga terdampak banjir luapan Sungai Dinoyo di Dusun Krajan, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji.

GUGUT, Radar Jember – Selain melakukan normalisasi sumur warga, Palang Merah Indonesia (PMI) Jember juga menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji yang terdampak banjir luapan Sungai Dinoyo.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama proses pemulihan sumur berlangsung.

Kabid Penanggulangan Bencana PMI Jember Narto mengatakan pihaknya menerjunkan delapan relawan dari tim WASH untuk membantu penanganan dampak banjir di wilayah tersebut.

“Relawan kami melakukan normalisasi sumur sekaligus memastikan warga tetap mendapatkan akses air bersih,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, PMI juga mengerahkan dua armada truk, yakni truk pengangkut peralatan dan satu truk tangki air dengan kapasitas 5.000 liter.

Air bersih kemudian didistribusikan dengan mengisi tandon berkapasitas 1.200 liter yang ditempatkan di empat titik permukiman warga.

Langkah ini menjadi solusi sementara bagi warga yang sumurnya masih tercemar lumpur dan belum bisa digunakan.

Banjir yang terjadi di wilayah Gugut beberapa waktu lalu memang sempat merendam permukiman warga setelah debit Sungai Dinoyo meningkat akibat hujan deras di wilayah hulu.

Meski air banjir telah surut, dampak yang ditinggalkan masih dirasakan warga, terutama terkait ketersediaan air bersih.

PMI berharap upaya normalisasi sumur dan distribusi air bersih ini dapat membantu warga kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.

“Harapannya warga bisa kembali menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkas Narto. (kin/dwi)

Editor : Dwi Siswanto