SURABAYA, Radar Jember - Begitu status Tanggap Darurat Bencana Banjir diketok, Pemerintah Kabupaten Jember langsung bergerak dalam senyap.
Tanpa menunggu waktu lama, Bupati Jember Muhammad Fawait segera bertolak menemui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Langkah jemput bola ini dilakukan guna memastikan sinkronisasi bantuan dan perbaikan infrastruktur berjalan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
Baca Juga: Update Dampak Banjir Jember 2026: 7.445 KK Terdampak, Ratusan Mengungsi, 1 Meninggal Dunia
Hasil dari koordinasi tingkat tinggi tersebut langsung terlihat di lapangan.
Pada Minggu pagi (15/2/2026), tim teknis gabungan dari Dinas PU Bina Marga dan BPBD Provinsi Jawa Timur telah mendarat di Jember untuk melakukan audit kerusakan.
Fokusnya jelas, memulihkan urat nadi transportasi masyarakat di wilayah terdampak seperti Gumukmas, Kencong, hingga Jombang.
Bupati Fawait sengaja memilih pendekatan yang berbeda dalam krisis ini. Ia menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengedepankan efektivitas kerja.
Baca Juga: Resmi! Status Tanggap Darurat Bencana Jember Berlaku hingga 26 Februari, Ini Fokus Pemerintah
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, mengungkapkan bahwa strategi "Kerja Senyap" ini diambil demi menjaga psikologis warga sekaligus memastikan setiap bantuan tepat sasaran.
"Gus Bupati ingin memastikan seluruh instrumen pemerintah bergerak harmonis. Mulai dari penetapan status Tanggap Darurat untuk memudahkan koordinasi, hingga mobilisasi tim dari Dinsos, BPBD, pihak kecamatan, hingga para relawan di garda terdepan," jelas Regar, Minggu (15/2/2026).
Menurut dia, kerja sama lintas sektoral ini menjadi kunci.
Baca Juga: Mitigasi Bencana Longsor, BPBD Jember Perkuat Sistem Peringatan Dini di DAS Kalijompo
Mengingat jalur yang rusak mencakup jalan provinsi, kehadiran tim ahli dari Pemprov Jatim sangat krusial untuk menjamin kelancaran distribusi logistik dan keselamatan warga.
“Gubernur merespons sangat positif permohonan kita. Tim teknis diturunkan untuk mengecek jembatan dan jalan yang dikeluhkan warga. Ini adalah bentuk komitmen bersama bahwa pemulihan Jember adalah prioritas utama,” tambah Regar.
Hingga saat ini, Pemkab Jember masih menyiagakan status Tanggap Darurat.
Baca Juga: Jember Kembali Berduka di Februari 2026, Memori Kelam Banjir Panti 2006 yang Terulang
Langkah ini diambil agar anggaran darurat dan akses bantuan tetap terbuka lebar hingga seluruh infrastruktur kembali pulih dan warga dapat beraktivitas normal kembali.
Editor : M. Ainul Budi