Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Resmi! Status Tanggap Darurat Bencana Jember Berlaku hingga 26 Februari, Ini Fokus Pemerintah

Maulana RJ • Minggu, 15 Februari 2026 | 11:44 WIB

Bupati Fawait saat menyampaikan keterangan terbuka terkait status darurat penanganan banjir Jember, Sabtu (14/2/2026). (Dok. Gus Fawait)
Bupati Fawait saat menyampaikan keterangan terbuka terkait status darurat penanganan banjir Jember, Sabtu (14/2/2026). (Dok. Gus Fawait)

PATRANG, Radar Jember - Menanggapi alarm peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem, Pemerintah Kabupaten Jember mulai mengambil langkah taktis. 

Bupati Jember Muhammad Fawait, secara resmi menetapkan status Tanggap Darurat Bencana guna melindungi warga dari ancaman alam yang mengintai hingga akhir Februari 2026.

​Langkah cepat ini diambil menyusul prediksi BMKG bahwa cuaca ekstrem akan mengepung wilayah Jawa Timur, termasuk Jember, setidaknya hingga 20 Februari mendatang. 

Baca Juga: Update Dampak Banjir Jember 2026: 7.445 KK Terdampak, Ratusan Mengungsi, 1 Meninggal Dunia

Gus Fawait, sapaan bupati, langsung mengumpulkan seluruh lini kekuatan untuk memastikan koordinasi berjalan tanpa celah.

​Dalam instruksinya, seluruh elemen pemerintah dari kabupaten hingga pelosok desa diwajibkan dalam posisi siaga penuh. Kekuatan ini diperkuat dengan sinergi antara TNI, Polri, serta barisan relawan penanggulangan bencana.

​"Hari ini kami melakukan koordinasi dan evaluasi kesiapan seluruh elemen Pemkab Jember. Kita harus bergerak bersama untuk mengantisipasi segala kemungkinan akibat cuaca ekstrem ini," katanya, dalam keterangan resminya, Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga: Trauma Banjir Bandang Panti Terulang! Sungai Bedadung Meluap Hebat, Jalur Nasional Jember-Lumajang Lumpuh Total!

Ia menekankan bahwa pengawasan real-time di tingkat kecamatan dan desa menjadi kunci agar respon penanganan bisa dilakukan secepat kilat. Meski kewaspadaan ditingkatkan, Gus Fawait berpesan agar warga tidak terhanyut dalam kepanikan.

​"Saya berharap seluruh warga Jember tetap waspada. Kami dari pemerintah daerah, bersama TNI, Polri, dan kawan-kawan relawan, akan terus berjaga untuk memastikan semua kondisi tetap terkendali," tegasnya.

​Keseriusan situasi ini dipertegas oleh Pj. Sekda Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman. 

Baca Juga: Bongkar Kebiasaan Lama Tangani Banjir, Kerahkan Satgas Gabungan OPD dan Mitigasi hingga Penanganan Banjir Jember Dikeroyok Bareng

Merujuk data BMKG, curah hujan yang mengguyur Jember saat ini bukan sekadar hujan biasa, namun telah menjadi fenomena yang sangat ekstrem.

​"Data BMKG menunjukkan bahwa curah hujan saat ini adalah yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Ini merupakan situasi yang serius, namun kami meminta masyarakat untuk tidak panik berlebihan," kata Helmi.

​Ia memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat.

"Kami bersama-sama dengan seluruh elemen akan terus bersiaga. Pemerintah Kabupaten Jember hadir untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi dan melewati masa tanggap darurat bencana ini secara gotong-royong," imbuhnya.

Baca Juga: Mitigasi Bencana Longsor, ​BPBD Jember Perkuat Sistem Peringatan Dini di DAS Kalijompo

​Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa status tanggap darurat ini telah memiliki payung hukum melalui surat keputusan resmi Bupati yang berlaku mulai 12 hingga 26 Februari, dengan opsi perpanjangan serta memperhatikan situasi dan perkembangan terbaru.

​"Dengan keputusan tanggap darurat ini, BPBD, seluruh OPD, serta elemen masyarakat termasuk TNI dan Polri, akan bahu-membahu menyelesaikan segala persoalan di lapangan. Fokus kami adalah menangani dampak banjir bandang, baik itu perbaikan infrastruktur maupun pemenuhan kebutuhan dasar warga," tambah Edy Budi. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
#banjir Jember #Jember #BPBD #bencana banjir #tni polri #tanggap darurat banjir #BMKG #cuaca ekstrem #Gus Fawait