GLUNDENGAN, Radar Jember - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur sepanjang periode Februari 2026 membawa dampak serius bagi Kabupaten Jember.
Hujan deras dengan durasi lebih dari 10 jam mengakibatkan setidaknya delapan aliran sungai besar meluap, memicu banjir bandang yang merendam pemukiman warga di 10 kecamatan.
Berdasarkan data terbaru dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, tercatat sebanyak 7.445 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh bencana ini.
Wilayah dengan dampak terparah berada di Kecamatan Rambipuji (3.774 KK), disusul Balung (1.581 KK), dan Wuluhan (1.464 KK).
Bencana ini juga memakan korban jiwa. Seorang warga Desa Kaliwining, Siti Nurfadila (55), dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat tengah membersihkan rumahnya yang terendam banjir.
Selain itu, BPBD mencatat keberadaan kelompok rentan di lokasi terdampak, meliputi 74 balita, 82 lansia, dan 4 orang disabilitas yang memerlukan penanganan khusus.
Baca Juga: Jember Kembali Berduka di Februari 2026, Memori Kelam Banjir Panti 2006 yang Terulang
Dahsyatnya arus banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga melumpuhkan akses publik.
Tercatat 3 jembatan ambruk di wilayah Panti dan Sukorambi, serta sejumlah fasilitas umum seperti masjid, balai desa, ponpes, hingga gedung sekolah (SD, TK, dan TPQ) turut terendam.
Di wilayah pesisir Puger, 12 unit speedboat bahkan dilaporkan hanyut terbawa arus sungai.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, dalam keterangan resminya menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga dalam masa tanggap darurat ini.
Baca Juga: Tegakkan Aturan Tata Ruang, Pemkab Jember Gandeng BPN hingga Aparat Usut Izin Perumahan Nakal
"Kami terus melakukan pemantauan dan evakuasi warga terdampak bersama Basarnas, relawan, dan unsur TNI/Polri. Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan kelompok rentan serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan logistik melalui pendirian dapur mandiri di titik-titik pengungsian," katanya, Sabtu (14/2/2026).
Hingga saat ini, sebanyak 557 warga sempat mengungsi di beberapa titik seperti masjid dan balai desa, meskipun sebagian besar kini telah kembali ke rumah masing-masing seiring air yang mulai surut.
BPBD Jember bersama lintas instansi telah mendistribusikan ribuan liter air bersih melalui tangki PDAM dan mendirikan posko tanggap darurat di wilayah Curahmalang dan Glundengan.
Baca Juga: Inspeksi Gus Fawait Ungkap Fakta Banjir Jember, Satgas Temukan Puluhan Titik Langgar Sempadan Sungai
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat rilis BMKG mengenai kewaspadaan cuaca ekstrem masih berlaku hingga 20 Februari 2026 mendatang.
Editor : M. Ainul Budi