Radar Jember - Tak seperti pagi biasanya, suasana Dusun Krajan II, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Senin (26/1), terasa mencekam.
Sejak matahari belum sepenuhnya naik, warga tampak bergerombol di sejumlah titik kampung.
Percakapan mereka mengerucut pada satu topik yang sama, yaitu pembacokan yang menewaskan tetangga mereka sendiri, terjadi antara pukul 05.00 hingga 06.00.
Kejadian tragis itu sontak menggegerkan perkampungan. Jalan kampung yang biasanya lengah di pagi hari dipenuhi bisik-bisik, raut wajah tegang, dan rasa tidak percaya atas peristiwa berdarah yang baru saja terjadi.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, ketegangan sempat berlanjut hingga aparat kepolisian tiba di lokasi kejadian.
Saat itu, muncul perbedaan pandangan di antara warga dan pihak keluarga terkait penanganan jenazah korban.
Sebagian pihak menginginkan jenazah korban segera dimakamkan. Namun di sisi lain, ada pula yang mendorong agar dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut demi kepentingan penyelidikan dan keadilan bagi korban, untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah.
Korban diketahui bernama Sumarsono, 52, yang masih ada hubungan keluarga dengan pelaku Buradi alias Pak Dani, 67.
Peristiwa pertama terjadi di halaman rumah korban. Saat sedang menyapu halaman rumahnya, tanpa diduga, muncul pelaku muncul dari belakang.
Tanpa bas bis bus langsung melakukan penyerangan dengan celurit.
Akibat bacokan pertama, korban mengalami luka di bagian punggung dan telapak tangan kanan saat berusaha menangkis serangan kedua.
Dalam kondisi terluka, korban kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menuju rumah Ketua RW setempat, Suharjo, yang berjarak tidak jauh dari lokasi awal kejadian.
“Korban datang ke rumah saya sambil meminta tolong. Dia memeluk saya dari belakang karena dikejar pelaku,” kata Suharjo saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, pelaku tetap mengejar korban hingga ke halaman rumahnya.
Suharjo mengaku, sempat berupaya melerai dengan menangkis sabetan sabit menggunakan gagang sapu.
“Beberapa serangan berhasil dihalau. Namun, korban kembali berusaha melarikan diri ke samping rumah saya,” tuturnya.
Pada saat berusaha menyelamatkan diri tersebut, korban terjatuh. Di waktu itulah pelaku kembali melakukan pembacokan yang mengenai perut korban hingga ususnya terburai.
“Setelah korban jatuh, pelaku masih membacok. Lukanya cukup parah,” lanjut Suharjo.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian berdatangan dan berhasil mengamankan pelaku beserta celurit yang digunakan.
Korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka bacok yang diderita.
Kapolsek Kalisat Iptu Ika Mufid Dati membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pihak kepolisian menerima laporan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
“Jenazah korban dievakuasi ke RSUD dr Soebandi Jember, untuk dilakukan otopsi” pungkasnya. (jum/dhi)
Kronologi Kejadian Pembacokan di Kalisat
Korban Sumarsono, 53 tahun, pada pagi hari (26/1) sedang menyapu di halaman rumahnya di Dusun Krajan II, Desa Glagahwero.
- Pelaku, Buradi alias Pak Dani, 67 tahun, mendatangi korban sambil membawa celurit dan membacok bagian punggung.
- Serangan kedua Korban sempat menangkis dengan tangan dan langsung lari ke rumah Ketua RW Suharjo.
- Korban memeluk Ketua RW dari belakang sambil meminta pertolongan.
- Pelaku tetap menyerang, membacok perut korban hingga ususnya terburai.