Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Nelayan Asal Puger Jember Meninggal di Atas Perahu saat Melaut Dekat Nusa Barong, Diduga karena Sesak Napas

Radar Digital • Rabu, 21 Juni 2023 | 17:19 WIB
ANGGAP MUSIBAH: Keluarga nelayan asal Puger Jember yang meninggal di atas perahu menandatangani surat penolakan otopsi. Kini, jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga.
ANGGAP MUSIBAH: Keluarga nelayan asal Puger Jember yang meninggal di atas perahu menandatangani surat penolakan otopsi. Kini, jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Seorang nelayan asal Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, Jember, dilaporkan meninggal di atas perahu saat mencari ikan di perairan Tendas Pulau Nusa Barong, Desa Puger Kulon, Selasa (20/6) dini hari.

Diduga, korban bernama Samsudin itu meninggal akibat penyakit sesak napas yang diderita. Asmanya kambuh saat melaut hingga membuatnya kehilangan nyawa di atas perahu.

Baca Juga: Ada Latihan Menembak di Pandanwangi, Nelayan Jember Diminta Waspada Tinggi

Kasat Polair Polres Jember di Puger AKP Hari Pamuji mengatakan, korban meninggal saat melaut bersama 28 nelayan lainnya.

Sesaat sebelum ditemukan meninggal oleh temannya, korban yang berusia 58 tahun itu masih sempat menebarkan jaring, pelampung lampu dan jangkar lampu.

“Setelah itu, korban dan nelayan lainnya beristirahat dan tidur. Selang beberapa lama, teman-teman korban membangunkannya, tapi sudah tak ada respons,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember melalui keterangan tertulis, Rabu (21/6).

Sehari-hari korban memang bekerja sebagai nelayan. Di hari ia meninggal, korban sedang bekerja di perahu berlogo “Jenderal” milik tetangganya, Mohammad Faisol, 44, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan. Perahu jenis sampan ini dinakhodai oleh Ismail.

Baca Juga: Terus Sosialisasikan kepada Para Nelayan Pentingnya Pakai Pelampung

“Selanjutnya korban dibawa ke rumah duka. Oleh keluarga, jenazah korban dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Puger Kulon,” jelasnya.

Polisi tak sampai melakukan penyelidikan mendalam atas kasus meninggalnya nelayan tersebut. Karena memang tak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban.

Apalagi, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban memang memiliki riwayat penyakit sesak napas. Diduga, asmanya kambuh ketika sedang melaut.

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka telah membikin surat pernyataan menolak dilakukan otopsi. Saat ini, jenazah korban telah dimakamkan oleh keluarga,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

Editor : Radar Digital
#Nusa Barong #Nelayan Meninggal #Kecelakaan Laut