Atas kejadian tersebut, papan Muspika Ambulu memasang papan larangan mandi di sekitar pantai yang menjadi jujugan pengunjung. Hanya saja, para wisatawan itu mengabaikan papan peringatan tersebut. Mereka tetap saja mandi saat air laut surut.
BACA JUGA: Sering Dimarahi, Tetap Menolong Tanpa Pamrih
Terlihat banyak pengunjung yang mandi hingga ke tengah. Jarak mandi dari bibir pantai hingga 40 meteran. Padahal, ketika ada ombak datang tiba-tiba, mereka yang mandi berpotensi terseret. Yang paling banyak adalah ibu-ibu dengan membawa balitanya. Bahkan, ada anak yang dilepas begitu saja, sementara orang tuanya malah menepi.
Relawan dan pemilik warung di pinggir pantai, sesekali terdengar meniup peluit kepada pengunjung yang terlihat mandi hingga ke tengah. Meski demikian, larangan dengan tanda peluit itu tetap saja diabaikan. Padahal, di sekitar Bukit Seruni Pantai Payangan, lokasi favorit wisatawan mandi ini, yang menjadi tempat paling rawan.
“Beberapa kasus wisatawan tenggelam saat mandi di sekitar Bukit Seruni ini,” kata Imam Syafi'i, warga setempat. (*)
Reporter: Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital