Tak Cukup Sertifikat, Dispendik Jember Minta Calon Kepsek Mampu Bawa Perubahan Nyata

Sidkin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 11:00 WIB
SIAP DIGEMBLENG: Perwakilan peserta pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) jenjang TK dan SD Jember saat mengikuti materi di Surabaya. (DISPENDIK)
SIAP DIGEMBLENG: Perwakilan peserta pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) jenjang TK dan SD Jember saat mengikuti materi di Surabaya. (DISPENDIK)

Radar Jember – Sekolah tak cukup hanya dipimpin oleh kepala yang kuat di urusan administrasi. Dibutuhkan pemimpin yang mampu menggerakkan guru, membaca persoalan, dan membawa sekolah terus berkembang.

Kebutuhan itulah yang menjadi dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember menggembleng 80 bakal calon kepala sekolah.

Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Kabupaten Jember 2026 digelar di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Timur.

Baca Juga: Bongkar Potensi Bahaya Jalur Gumitir Jember: Pohon Tua Tumbang Dan Ancaman Tanah Longsor!

Sebanyak 80 peserta ikut dalam pembekalan tersebut, terdiri atas 79 kepala sekolah jenjang SD dan satu kepala sekolah TK yang belum memiliki Sertifikat Calon Kepala Sekolah (CKS).

Mereka tidak hanya mendapat materi untuk memenuhi persyaratan sertifikasi, tetapi juga dipersiapkan menghadapi berbagai tantangan saat memimpin satuan pendidikan.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dispendik Jember Tulus Wijayanto mengatakan, selama pelatihan, peserta diperkuat dari sisi manajerial dan kepemimpinan, termasuk bagaimana menyusun strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

Bekal itu diharapkan bisa diterapkan ketika peserta nantinya menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.

Plt. Kepala Dispendik Jember Nurul Hafid Yasin mengatakan, kepala sekolah memegang posisi strategis dalam menentukan arah perkembangan sebuah satuan pendidikan.

Baca Juga: Awas SilPA Menumpuk! Realisasi Belanja Modal Jember Baru 22,13 Persen, DPRD Beri Peringatan Keras

Karena itu, peningkatan kapasitas calon kepala sekolah dipandang sebagai investasi penting untuk memperbaiki kualitas layanan pendidikan.

“Pelatihan BCKS ini kami harapkan tidak berhenti pada pemenuhan persyaratan sertifikasi. Lebih dari itu, peserta harus benar-benar siap menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu membawa perubahan positif di sekolah,” ujarnya.

Hafid menegaskan, tantangan calon kepsek setelah mengikuti pelatihan justru berada pada tahap penerapan.

Kompetensi yang diperoleh harus terlihat dalam cara membangun budaya kerja, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kolaborasi dengan guru dan tenaga kependidikan, serta memahami kebutuhan peserta didik.

“Kepala sekolah harus mampu membangun budaya kerja yang baik, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi peserta didik,” tegasnya.

Ke depan, para bakal calon kepsek diharapkan mampu menjadi pemimpin yang adaptif dan terbuka terhadap inovasi.

Baca Juga: Lampaui Target! Jember Marching Band Boyong 12 Medali dan Sabet Juara Umum AMG 2026 Malaysia

Dinas Pendidikan ingin kepala sekolah tidak hanya piawai mengelola administrasi, tetapi juga memiliki visi, integritas, dan keberanian melakukan pembaruan.

Dengan penguatan kapasitas tersebut, calon pemimpin sekolah diharapkan mampu membawa perubahan nyata sekaligus mendorong layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan merata di Jember. (kin/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember GTK kepsek Dispendik Jember