JEMBER, Radar Jember - Ada ruang yang perlu dibuka. Ada kesempatan yang harus diperjuangkan. Bagi Indi Naidha, S.H., M.H., perempuan perlu didorong agar berdaya secara sosial dan ekonomi, sekaligus mendapatkan ruang aman untuk tumbuh.
Semangat itu menjadi bagian dari kiprahnya sebagai Legislator DPRD Jember sekaligus owner Notonegoro Grup.
Pemberdayaan menjadi salah satu fokus Indi. Edukasi, penguatan kapasitas, komunikasi, dan kolaborasi diarahkan untuk membuka kesempatan bagi perempuan agar lebih mandiri, percaya diri, dan mampu mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat.
Baca Juga: Puspita Yuandini, Dinilai Konsisten Kembangkan Ekonomi Kreatif dan Berdayakan UMKM Jember
“Saya percaya pemberdayaan perempuan harus dimulai dari memberi kesempatan, membuka akses, dan memastikan mereka punya ruang untuk berkembang,” kata politisi PDI Perjuangan Jember tersebut.
Namun, pemberdayaan tak cukup tanpa perlindungan. Perempuan dan anak membutuhkan lingkungan aman dan suportif agar dapat berkembang.
Karena itu, kepedulian terhadap perlindungan berjalan beriringan dengan upaya pemberdayaan.
Baca Juga: Memperjuangkan Aspirasi dari Dapil ke Senayan, Kiprah Muhammad Khozin Diapresiasi Radar Jember Award
“Tidak cukup hanya mengajak perempuan untuk maju. Saya juga harus memastikan mereka merasa aman, didukung, dan punya kesempatan yang sama,” tambahnya.
Sebagai Sekretaris Komisi D DPRD Jember, perhatian tersebut turut dibawa ke ruang kebijakan dan didekatkan dengan persoalan masyarakat.
Aspirasi warga menjadi pijakan untuk mendorong pembangunan yang lebih inklusif, terutama bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan.
Konsistensi itu mengantarkan Indi Naidha sebagai peraih The Inspiring Woman Pioneering Inclusive Empowerment and Safeguarding Children.
Baca Juga: Raih Radar Jember Awards, Widarto Terus Jaga Amanah, Rawat Kepercayaan dan Kembalikan Marwah DPRD
Penghargaan ini merefleksikan kiprahnya dalam menggerakkan pemberdayaan perempuan sekaligus memperkuat perlindungan, sehingga tercipta ruang sosial yang lebih aman, setara, dan berdaya. (kin/nur)
Editor : M. Ainul Budi