Dukung Murid Menjemput Sejarah Kadisdik Jatim, Siswa SMKN 3 Bondowoso Ngaji Sejarah Pejuang Pemberontak Ancaman Disintegrasi Bangsa

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:00 WIB
Veteran TNI Bapak Supardi Menerima Kunjungan Siswa SMKN 3 Bondowoso Dalam Giat "Murid Menjemput Sejarah)
Veteran TNI Bapak Supardi Menerima Kunjungan Siswa SMKN 3 Bondowoso Dalam Giat "Murid Menjemput Sejarah)

 

RADAR JEMBER - Sebagai bentuk aksi nyata mengimplementasikan program gerakan “Murid Menjemput Sejarah” yang diinisiasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, para siswa SMKN 3 Bondowoso menggelar kegiatan belajar sejarah secara langsung dari sumbernya. Berbeda dari pembelajaran di dalam kelas, para siswa terjun langsung menemui tokoh dan pelaku sejarah di Kabupaten Bondowoso untuk “ngaji sejarah” serta menggali nilai-nilai perjuangan masa lalu, Minggu (16/08/2026).

Kepala SMKN 3 Bondowoso Daris Wibisono Setiawan menegaskan bahwa gerakan inspiratif yang diinisiasi Kadisdik Jatim tersebut untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, kesadaran sejarah, serta kepedulian generasi muda terhadap warisan budaya dan dinamika perjuangan lokal yang ada di sekitar kita.

Baca Juga: Kunjungi SMKN 3 Bondowoso, Kadisdik Jatim Dibuat Terkesima Inovasi Sepeda Motor Dual Fuel BBM-Gas

“Mendengarkan langsung pelaku sejarah bertutur rasanya tentunya berbeda, sebuah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan oleh murid serta efektif untuk penguatan nilai-nilai karakter” ujar Daris penuh semangat.

Seperti diketahui, puluhan siswa SMKN 3 Bondowoso mengunjungi salah satu pelaku sejarah yang tinggal di Bondowoso dan masih hidup, yakni Supardi. Pejuang gagah berani tersebut tercatat ikut serta dalam usaha merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari ancaman disintegrasi bangsa.

“Saya berjuang melawan DI/TII Kartosuwiryo, Kahar Muzakar, RMS, dan PERMESTA hingga konfrontasi dengan Malaysia dan pemberontakan PKI” ujar Supardi mengenang jejak langkah masa lalunya.    

Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait dinamika sejarah bangsa, peran tokoh-tokoh daerah dalam mempertahankan kemerdekaan, hingga perjuangan kepada pemberontakan yang mengancam disintegrasi bangsa. Hasil dari penelusuran dan wawancara ini nantinya akan didokumentasikan dalam bentuk laporan, karya tulis, maupun konten digital sebagai bagian dari literasi sejarah sekolah.

Salah satu siswi peserta kegiatan Farhania Ramadhani kelas X jurusan Desaign Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPPIB) mengaku mendapatkan wawasan dan pengalaman baru yang tidak didapatkan dari lembar buku teks semata.

"Mendengar kisah perjuangan langsung dari penuturnya memberikan kesan mendalam, banyak fakta sejarah yang baru kami ketahui” ujar Farhania.

Melalui implementasi gerakan “Murid Menjemput Sejarah” ini, SMKN 3 Bondowoso berharap para siswa tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian dan kejuruan, tetapi juga memiliki fondasi karakter yang kuat, menghargai jasa para pahlawan, serta aktif merawat ingatan sejarah bangsanya.

 

Editor : M. Ainul Budi
siswa smk SMKN 3 Bondowoso Bondowoso