RADAR JEMBER – Desa Klungkung merupakan salah satu desa di Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember yang memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang luar biasa. Namun demikian, perlu dukungan untuk pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat, terutama pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta jasa dan perdagangan.
Di desa ini, salah satu kelompok yang berperan aktif dalam pengelolaan sektor pertanian adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Santoso Lestari. Mereka membudidayakan berbagai komoditas, seperti singkong, jagung, padi musiman, dan pisang. Budidaya pertanian yang dikelola selama ini menghasilkan limbah pertanian dalam jumlah besar yang berpotensi diolah menjadi pupuk organic sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan.
Berdasarkan kondisi tersebut, Kelompok Riset Pengabdian Masyarakat (KeRis-Dimas) Life Science and Education Prodi Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember mengadakan kegiatan pengabdian pada masyarakat. Tujuannya, untuk memberikan solusi melalui pelatihan pemanfaatan limbah pertanian menjadi pupuk organik kompos.
Supeno, Ketua Kelompok Riset Pengabdian Masyarakat (KeRis-Dimas) Life Science and Education Prodi Pendidikan IPA FKIP Universitas Jember menyampaikan, penggunaan pupuk organik tidak hanya membantu menjaga kesuburan tanah, akan tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia serta mendukung penerapan sistem pertanian berkelanjutan.
“Selain itu, pengolahan limbah menjadi pupuk kompos juga dapat meningkatkan nilai guna limbah pertanian yang sebelumnya tidak dimanfaatkan,” jelasnya.
Dikatakan, pelatihan ini dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2026 di Dukuh Mujan, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, dengan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Menurutnya, nara sumber yang dilibatkan adalah Badrudin Zamroni dan Rusdianto.
Kemudian hadir pula Penyuluh Pertanian Noval Kurniawan, Penyuluh Kehutanan Indra Roppang, dan Ketua KTH M. Nurul Fathon “Untuk pesertanya dari kegiatan pelatihan adalah seluruh anggota Kelompok Tani Hutan Santoso Lestari,” jelasnya. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari pegiat lingkungan.
Penyuluh Pertanian Noval dan Penyuluh Kehutanan Indra berharap agar pelatihan ini bisa memberi dampak positif bagi seluruh warga. Pelatihan ini diharapkan dapat berlanjut sebagai program yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kemampuan petani dalam mengolah limbah pertanian, menjaga kesuburan tanah, dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Editor : M. Ainul Budi