Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

FTTM ITB dan UNEJ Gali Potensi "Kota Seribu Gumuk" Untuk Dorong Warisan Geologi Jember Masuk Kurikulum dan Wisata Edukasi

Linda Harsanti • Kamis, 27 November 2025 | 15:22 WIB
Peserta FGD berfoto bersama di depan salah satu gumuk
Peserta FGD berfoto bersama di depan salah satu gumuk

Jember, Radar Jember - Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) mengenai “Gumuk Jember” yang dilaksanakan di Fakultas Teknik Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Sabtu, 15 November 2025. Jember dikenal sebagai “Kota Seribu Gumuk” karena memiliki ratusan bukit kecil (gumuk) yang terbentuk dari hasil longsoran Gunung Raung Purba. Longsoran tersebut berasal dari Gunung Gadung, bagian barat Kompleks Gunung Raung. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Siebert pada tahun 2002, volume material longsoran yang dihasilkan Gunung Raung Purba berada pada urutan ke-4 terbesar di dunia yaitu mencapai 25 km3 dengan luasan sebaran mencapai 1045 km2 dan jangkauan mencapai 79 km dari pusat longsoran. Maka dari itu kota ini mempunyai warisan geologi yang sangat unik ini menyimpan potensi besar untuk geo-eduwisata bagi masyarakat sekitar. 

FGD yang bertajuk “Konsep Geowisata & Eduwisata Berbasis Potensi Geologi dan Pertambangan di Wilayah Jember “Kota Seribu Gumuk”, Jawa Timur”, ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Skema Bottom-Up Tahap Ke-2 yang disponsori oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB. Kegiatan ini merupakan keberlanjutan penelitian gumuk yang telah dilakukan oleh Tim Peneliti ITB pada tahun 2021-2022.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember (UNEJ) sebagai mitra akademik serta peneliti penggiat Geowisata Jember. Peserta yang menghadiri acara ini merupakan perwakilan guru-guru Geografi SMP dan SMA di Kabupaten Jember sebanyak 50 orang serta Pemkab Jember yang diwakili oleh staf BAPPEDA Kabupaten Jember, Job Pamungkas, SST.Par. 

Acara FGD di Fakultas Teknik Universitas Jember
Acara FGD di Fakultas Teknik Universitas Jember

FGD ini dibuka oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FT UNEJ Dr. Ir. Salahuddin Junus, S.T., M.T. dan dimoderatori oleh Ir. Januar Fery Irawan, S.T., M.Eng. selaku Ketua Program Studi Teknik Pertambangan FT UNEJ. FGD ini menghadirkan tiga nara sumber, yaitu Prof. Ir. Mohamad Nur Heriawan, S.T., M.T., Ph.D. selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FTTM ITB 2025, Dr. Firman Sauqi, S.T., M.T. selaku penggiat Geowisata Jember, dan Ir. Haerrudin, S.Si., M.T. selaku dosen Program Studi Teknik Pertambangan UNEJ. Pokok pembahasan yang disorot pada FGD ini adalah mengenai pemahaman geologi wilayah di Jember, sejarah terbentuknya serta persebaran gumuk volkanik di Jember, pengembangan geowisata edukatif, tantangan dalam pengelolaan gumuk (penambangan maupun konservasi), dan peran guru dalam integrasi eduwisata ke dalam pembelajaran geografi.

Acara ini diakhiri dengan melakukan field trip pada salah satu gumuk yang berada di belakang Kampus UNEJ. Field trip ini dipimpin oleh Firman Sauqi dan Mohamad Nur Heriawan untuk melakukan observasi langsung mengenai morfologi gumuk dan struktur batuannya. Peserta sangat antusias mengikuti acara tersebut karena sebagian besar belum mengetahui dengan detail proses geologi yang terjadi di Jember sehingga terbentuk ratusan gumuk. Sebuah poster tentang geologi gumuk Jember dibagikan kepada setiap peserta dengan harapan dapat dipasang di sekolah sebagai materi pembelajaran.

Poster sejarah geologi terbentuknya gumuk Jember yang dibagikan ke peserta FGD
Poster sejarah geologi terbentuknya gumuk Jember yang dibagikan ke peserta FGD

Berdasarkan hasil diskusi yang dilakukan, terdapat beberapa masukan dan tindak lanjut yang perlu diperhatikan, yaitu melakukan eduwisata pada siswa SMP dan SMA dengan cara melakukan kunjungan ke gumuk yang paling dekat dengan sekolah, membuat rute wisata gumuk-gumuk yang bisa dikunjungi, melakukan konservasi pada gumuk sebagai warisan geologi yang sangat unik di dunia, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember agar pengetahuan mengenai gumuk dapat ditambahkan sebagai muatan lokal ke dalam kurikulum.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat FTTM ITB 2025 di Jember memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pemahaman tentang potensi geologi lokal yang unik, memperkuat kolaborasi lintas institusi, dan membuka jalan menuju pengembangan geo- eduwisata berbasis sains kebumian. Kolaborasi antara ITB, Universitas Jember, komunitas geowisata lokal, guru geografi, serta Pemda Jember menjadi kunci keberhasilan program ini untuk tahap selanjutnya.

 

 

 


 

Editor : Linda Harsanti