Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gnet Ai: Inovasi Ai dan Xray, Bukti Nyata Kecerdasan Mahasiswa Universitas Jember Ini

Redaksi Radar Jember • Kamis, 23 Oktober 2025 | 01:47 WIB
sumber; foto pribadi Nur Bayyinah
sumber; foto pribadi Nur Bayyinah

RADAR JEMBER — Pembahasan mengenai penggunaan AI memang sering menuai perdebatan dan dapat dibilang masih tergolong abu-abu. Namun, mahasiswa Universitas Jember bernama Nur Bayyinah menunjukkan kecerdasannya dalam memanfaatkan teknologi AI.

Sebagai Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dalam program studi fisika, Nur Bayyinah dapat disebut sebagai mahasiswa segudang prestasi; dari mengikuti ribuan kompetisi, hingga menciptakan inovasi baru berkaitan dengan Xray yang sangat membantu industri kesehatan.

Gnet Ai, itulah alat yang diciptakan Nur Bayyinah. Dalam proposal yang ia tulis, dijelaskan bahwa ia  menggunakan teknologi Ai untuk interpolasi data gambar Xray CT dalam membantu proses rekonstruksi data gambar yang dibutuhkan untuk keperluan tomography.

Alat ini termasuk dalam kategori penemuan luar biasa karena efeknya yang sangat membantu untuk dunia medis. Pengambilan gambar Xray umumnya memerlukan waktu 30 menit terbilang kurang efektif waktu dan dapat membahayakan pasien serta operator akibat adanya paparan radiasi. Namun, dengan Gnet Ai, pengambilan data gambar hanya memerlukan setengah dari waktu sebelumnya.

Gnet Ai merupakan alat yang sangat efektif. tidak hanya berguna dalam menaikkan tingkat efektifitas waktu, Gnet Ai juga lebih aman digunakan lebih sering karena paparan radiasi yang rendah.

Karena Kecerdasan dari Nur Bayyinah dan alatnya ini, pada tanggal 17 juli 2025 ia sukses menjadi finalis dalam kompetisi Global Hackatom yang diadakan di Yogyakarta.

Sebuah kompetisi nasional mengenai pemanfaatan teknologi nuklir yang diadakan oleh Badan Riset (BRIN) bersama dengan mitra internasional, termasuk Rosatom korporasi energi nuklir milik negara Rusia, Tomsk Polytechnic University, dan Russian House di Jakarta

Nur Bayyinah mengaku bahwa ia mendapat inspirasi dalam pembuatan alat ini muncul saat ia menjadi karyawan magang di BRIN serta keinginannya dalam mengejar studi lanjutan ke Negri Cina. 

“Kalau inspirasi sebenernya ini berawal dari tugas magang sederhana tapi kepikiran coba kalau dikembangkan bisa jadi ladang uang dan juga bisa naikin kredibilitas peneliti muda di Indonesia. Tapi dilubuk hati terdalam si ingin mengejar china sang raja penelitian terutana tentang AI”, ucap Nur Bayyinah.

Di masa depan, ada harapan bahwa Ginet Ai dapat diintegrasikan ke dalam sistem PACS (Picture Archiving and Communication System) atau sistem rumah sakit. Sistem ini dapat membantu dokter dan tenaga kesehatan lainnya untuk mengakses data pencitraan pasien, dan membuat diagnosis.

“harapan ke depannya yang pasti bisa berguna di semua bidang. kan sejauh ini mungkin ke x ray neutron kedepannya mungkin bisa ke gamma atau ke aspek saintek lain. harapan tersebesar si ini alat bisa cepet rilis dan bisa didukung penuh oleh lingkungan peneliti-peneliti indonesiaa”. 

Nur Bayyinah adalah salah satu contoh dari banyaknya mahasiswa cerdas di Indonesia, terutama Jember.

Semangat dan perjuangannya membuktikan bahwa pemuda Indonesia mampu berprestasi dan membawa perubahan. Ia menjadi inspirasi agar generasi muda berani bermimpi besar, terus belajar, dan tidak takut berkontribusi untuk bangsa.

Penulis: Yasmin Alia Zuhriasa

Editor : M. Ainul Budi
#Fakultas Matematika #nuklir #BRIN #Universitas Jember #UNEJ #Jakarta #teknologi ai #Tomsk State University #xray #Mahasiswa