radar jember - DUA mahasiswa Unej yang tertangkap basah melakukan tindakan asusila di salah satu ruangan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ir Soekarno, hingga kini belum diputuskan sanksinya.
Padahal, kejadian tersebut sudah satu minggu berlaku, yaitu Rabu 17 September kemarin.
Kedua sejoli yang berinisial MB dan AR, merupakan mahasiswa aktif Fakultas Pertanian (Faperta). Dekan Faperta, M Rondhi menyebut, hingga saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
“Masih proses pemeriksaan, mohon menunggu,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (25/9).
Disinggung soal kemungkinan sanksi terbaik maupun terburuk, Rondhi masih belum bisa memberikan keterangan sedikitpun. Padalah, kejadian tersebut telah sudah berlangsung satu pekan kemarin.
Apakah MB dan AR yang memadu kasih di lingkungan kampus, itu droop out (DO) dari kampus, dekan bergelar akademik profesor itu juga belum bisa memberikan keterangan pasti.
“Mohon bersabar, nanti tunggu saja,” terangnya.
Sementara, Wakil Ketua Humas Unej, Iim Fahmi Ilman, menyatakan pihak kampus sangat menyesalkan tindakan yang mencoreng citra mahasiswa tersebut.
“Proses berjalan, sejak Selasa kemarin tim dekanat Fakultas Pertanian akan melaksanakan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.
Menurut Iim, hasil pemeriksaan tim etik nantinya tidak berhenti di tingkat fakultas.
Seluruh rekomendasi akan dibawa ke Senat Faperta untuk dibahas lebih lanjut sebelum diputuskan secara resmi.
Dengan demikian, kata dia, keputusan akhir akan ditetapkan oleh pimpinan universitas berdasarkan hasil pembahasan senat fakultas.
“Keputusan (sanksi, Red) ini yang nanti akan diserahkan kepada Rektor,” katanya.
Kasus ini sebelumnya menjadi sorotan setelah keduanya digerebek petugas keamanan kampus.
Barang bukti berupa alat kontrasepsi bekas dan tisu basah juga ditemukan di dalam ruangan Gedung Ir. Soekarno yang menjadi sekretariat UKM kampus Unej. (dhi/dwi)
Editor : M. Ainul Budi