Plafon sekolah di SDN Mayang 01 yang ambrol tentu membuat rugi. Namun, dalam kasus ini, masih bisa disebut beruntung, karena musibah itu tidak terjadi pada saat jam pelajaran sekolah. Pascainsiden itu, bagaimana KBM siswa di sekolah tersebut?
GELAK tawa terdengar ketika Jawa Pos Radar Jember tiba di gerbang sekolah. Ada sejumlah anak tampak bermain saat jam istirahat, kemarin. Ada yang terlihat main tebak-tebakan, saling kejar, dan ada yang bernyanyi sambil menenteng es. Tak lama setelah itu, bel berbunyi tanda untuk siswa masuk kelas lagi.
Suasana di SDN Mayang 01, Desa/Kecamatan Mayang, pagi itu terlihat normal. Setelah bel masuk dibunyikan, tak ada satu pun siswa di luar ruangan. Termasuk 28 siswa kelas 6 B. Meski ruang kelasnya belum bisa dipakai karena plafonnya ambrol, para siswa itu juga ada di dalam ruangan, yakni di aula sekolah.
Siswa kelas 1 hingga siswa kelas 6 B tampak serius mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun, siswa kelas 6 B memang tampak berbeda. Sebagian dari mereka ada yang merasa kurang nyaman. Itu karena ruangannya baru. Meski begitu, siswa tetap giat belajar. “Harus tetap semangat belajar. Kalau tidak, ketinggalan pelajaran,” ucap Hani, salah seorang siswa. Dia dan siswa lain berharap agar ruang kelasnya cepat diperbaiki dan insiden serupa tidak terjadi lagi.
Di sekolah ini, pegawai Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember sudah sempat datang dan melakukan pembersihan puing-puing plafon yang ambruk. Sementara itu, Senin dan selasa kemarin, siswa untuk sementara waktu menempati ruang aula, sampai ruang kelas dinyatakan aman atau selesai diperbaiki.
Kepala SDN Mayang 01 Tri Hastuti menyampaikan, dengan menempati aula sekolah, proses KBM tetap berjalan dengan baik dan normal. “Ambrolnya plafon di ruang kelas tidak berpengaruh dan proses pembelajaran tetap berlangsung,” katanya.
Tak hanya itu, meski siswa sempat khawatir, tapi tidak ada yang sampai trauma. Apalagi, musibah tersebut terjadi saat malam hari. Sehingga tidak ada siswa yang tahu secara langsung. Siswa baru tahu saat pagi hari, dan ruangannya sementara pindah ke aula sekolah. “Alhamdulillah, ambrolnya plafon bukan saat pembelajaran berlangsung. Ambrolnya plafon itu malam hari (Senin malam, Red) sehingga tidak sampai ada korban jiwa,” jelas Hastuti. (jum/c2)
Editor : Radar Digital