MANGLI, Radar Jember – Prof Babun Suharto kerap dijuluki sebagai presiden. Itu karena dalam beberapa pemilihan rektor, ia selalu menang. Ini juga karena kekuasaannya yang lama, sehingga khalayak umum mengibaratkan seperti kekuasaan presiden, namun di tingkat kampus UIN KHAS Jember.
Pemilihan Rektor (Pilrek) UIN KHAS Jember kali ini, nama Babun Suharto tidak lagi muncul seperti sebelum-sebelumnya. Hingga ditutup, hanya ada delapan nama calon seperti diberitakan Jawa Pos Radar Jember pada edisi sebelumnya. Setelah empat periode menyandang status rektor, Prof Babun memutuskan tidak lagi mencalonkan diri untuk periode selanjutnya. Babun akan mengakhiri masa jabatan rektornya yang keempat per 1 Oktober 2023 nanti.
Seperti diketahui, Babun menjadi rektor sejak tahun 2012, saat perguruan tinggi (PT) tersebut bernama STAIN. Sejak itu pula setiap pilrek ia selalu mendaftarkan diri dan menang. Namun, pilrek kali ini dia tidak mendaftar bacarek. Alhasil, delapan tokoh terbaik muncul dalam bursa pencalonan pilrek yang pendaftarannya ditutup kemarin.
Kepada Jawa Pos Radar Jember, Babun menyatakan alasannya tidak mendaftarkan diri. Yaitu mematuhi Peraturan Menteri Agama (PMA) RI yang secara tidak langsung tidak memperbolehkan dirinya menjabat sebagai rektor lagi.
Regulasi terbaru itu tertuang pada PMA RI Nomor 17 Tahun 2021 tentang Perubahan atas PMA Nomor 68 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor atau Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Pada Pasal 9 poin 2 dinyatakan, masa jabatan rektor tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut-turut pada PTKN yang sama. "Patuh pada aturan PMA, tidak membolehkan," ucap Prof Babun.
Terkait delapan nama bacarek yang sudah mendaftar, Babun mengaku akan mendukung siapa pun yang terpilih menjadi rektor yang baru nanti. Dia akan bersikap netral dan mendorong semua dosen yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri.
Menurutnya, sebagai dosen dan nanti menjadi rektor, harus tetap konsisten mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Setelah tak menjabat lagi, dia mengaku akan kembali fokus pada tugas utamanya sebagai dosen.
Dia juga berharap rektor yang baru nanti bisa lebih baik dan membawa UJN KHAS Jember terus berkembang. Bahkan bisa go international dengan melakukan berbagai kerja sama. "Setiap orang punya visi misi. Siapa yang terpilih, bawa go international," pungkasnya. (sil/c2/nur)
Editor : Safitri