BACA JUGA : Dalang di Balik Manusia Silver Bisa Dipidana dengan Pasal TPPO
Dalam menggencarkan baca tulis Alquran ke dalam muatan lokal, Dispendik Jember juga sudah mulai melakukan beberapa persiapan yang dimulai dengan pembentukan tim, bimbingan teknis, serta penyusunan modul pembelajaran. “Untuk sementara kami melakukan adanya sosialisasi kepada tenaga pendidik, terutama guru Pendidikan Agama Islam,” beber Plt Kepala Dispendik Jember Hadi Mulyono
Adanya muatan lokal baca tulis Alquran, kata dia, juga sudah diterbitkan dalam peraturan bupati (perbup). “Akan ada sosialisasi terkait perbup tersebut dan sosialisasi ke guru Agama Islam,” ucapnya.
Dispendik Jember juga berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam penyusunan muatan lokal. Bahkan, DPRD Jember juga akan melakukan pendampingan. “Kami juga berkolaborasi dengan satuan pemerintah, yakni Kemenag Jember, dan Komisi D DPRD Jember. Tujuan adanya sinergisitas dengan berbagai pihak, agar tercipta muatan lokal yang layak bagi peserta didik dalam pembentukan karakter,” jelasnya.
Adanya muatan lokal baca tulis Alquran bertujuan agar para siswa memiliki dasar atau fondasi dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa sejak dini. Terutama dalam keagamaan. Sebab, menurutnya, banyak permasalahan siswa saat ini belum hafal huruf hijaiah. Permasalahan lainnya, kata dia, para wali murid kini hanya mempercayakan pengajaran agama kepada guru di sekolah. Sedangkan di rumah anak tidak mengulang kembali materi yang telah diajarkan di sekolah.
Menurutnya, Pendidikan Agama Islam sangat penting diberikan di Indonesia, terutama dalam pembentukan karakter anak. Sebab, penyusunan tujuan pendidikan PAI juga berfungsi untuk mencerdaskan intelektual, emosional, dan spiritual. Di sisi lain, peran guru PAI dan sekolah juga harus sejalan dalam membangun fondasi peserta didik. (mg4/c2/dwi)
Editor : Safitri