BACA JUGA : Mobil MPV Terbakar saat Angkut BBM di Jember, Sang Sopir Luka Parah
Wakil Kepala Kesiswaan MA Al Misri Fitrul Muttaqin mengatakan, guru dan siswa datang ke kantor media terbesar di Jember itu ingin mengetahui proses pembuatan dan penulisan berita. “Kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada siswa, sehingga nanti menjadi jurnalis senior di sekolah,” katanya.
Fitrul menyebut, di MA Al Misri siswa diajari cara menulis sehingga nantinya akan menerbitkan majalah, mading, serta tulisan yang lain. Bisa juga menulis semacam buku untuk perpisahan saat ada kelulusan siswa. “Harapan kami, sebagai waka kesiswaan, siswa ini nantinya bisa menulis dan produktif. Bisa membuat majalah Komunitas Pers Madrasah Aliyah (Kompresma),” kata pria tiga anak tersebut.
Menurutnya, di madrasah tempatnya mengajar, dulunya sempat ada Kompresma. Namun, setelah beberapa kali terbit, tidak ada lagi. Pelatihan ini diharapkan dapat membuat majalah di madrasah itu kembali hidup.
Pemimpin Redaksi (Pemred) Kompresma Ahmad Fardan Jumantoro menjelaskan, dia dan siswa lain datang ke Radar Jember untuk belajar proses pembuatan berita. Mulai dari teknik meliput, wawancara, hingga penulisan berita sesuai kaidah jurnalistik. “Kami ingin belajar menulis agar bisa memberikan tulisan-tulisan untuk sekolah kami,” ucapnya.
Siswa kelas 1 itu menyebut, setelah dia ikut pelatihan singkat terkait penulisan berita di Radar Jember, bisa menambah pengalaman. “Saya dan teman-teman punya tambahan pengetahuan tentang menulis berita,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Kompresma Siti Nur Ismawati mengaku, dirinya ingin memahami cara membuat berita, termasuk berita yang dapat membangun sekolah maupun Jember. “Saya bersyukur bisa belajar membuat berita,” katanya.
Guru dan siswa selanjutnya melihat proses penyempurnaan berita. Seperti editor bahasa, hingga proses layout sebelum koran dicetak maupun diunggah ke media online. “Kami berterima kasih sudah bisa berkunjung ke kantor Radar Jember,” pungkasnya.
Pemred Jawa Pos Radar Jember Nur Hariri menyebut, dalam menulis berita, penulis perlu menguasai dasar 5W1H. “Menulis berita yang baik, salah satu yang harus dipahami yakni menguasai apa yang akan ditulis. Pemilihan angle berita akan muncul setelah cara-cara peliputannya dilakukan dengan benar. Jangan asal comot dan hati-hati dalam mengambil foto maupun video,” jelasnya. (sil/c2/nur) Editor : Safitri