BACA JUGA : Percepat Informasi Data Dunia Pendidikan Melalui Aplikasi My Dispendik
Mirisnya, musala itu pun tak luas. Cukup sempit bagi puluhan siswa itu bersama seorang guru. Hanya berukuran 3,5x3,5 meter. Tak jarang, beberapa siswa pun merasa lelah dengan kondisi yang tersebut. Beberapa dari mereka pun memilih berselonjor kaki sembari menyimak arahan dari gurunya.
Seperti yang disampaikan Dian Novitarini, guru kelas VI B yang juga ikut merasakan kondisi tersebut. Menurutnya, anak-anak mulai lelah. “Ukuran ruangnya memang sempit. Apalagi masih ada beberapa barang yang mempersempit ruangan. Belum lagi anak-anak juga cukup kepanasan karena memang pengap,” katanya.
Lebih lanjut, Dian menambahkan, dengan kondisi begitu muridnya kurang fokus menerima materi pelajaran yang diberikan. “Kami berharap pemerintah bisa segera membenahi fasilitas yang ada. Ruang kelas yang layak untuk murid-murid,” lanjutnya.
Sementara itu, Sucipto, kepala sekolah, mengatakan, dirinya mendapat keluhan juga dari siswanya langsung. “Anak-anak kalau terlalu lama belajar lesehan kakinya kesemutan dan punggungnya sakit. Juga berdempetan merasa tidak nyaman,” pungkasnya. (jum/c2/bud) Editor : Safitri