Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Buat Oven Sederhana Bertenaga Surya

Safitri • Jumat, 25 November 2022 | 16:47 WIB
MENYENANGKAN: Para siswa mengamati perubahan suhu dari oven tenaga surya. Kegiatan pembelajaran tersebut tidak hanya membuat siswa memahami materi, melainkan juga menyenangkan. 
MENYENANGKAN: Para siswa mengamati perubahan suhu dari oven tenaga surya. Kegiatan pembelajaran tersebut tidak hanya membuat siswa memahami materi, melainkan juga menyenangkan. 
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Siang nan terik itu, ada yang sedikit aneh di lapangan SDN Kaliwining 02, Rambipuji. Lima pelajar SDN Kaliwining 02 itu tampak berkumpul dan duduk bersila. Saat didekati, mereka sedang serius memantau kardus yang seukuran kotak sepatu.

BACA JUGA : Kecelakaan Melibatkan Truk dan Pikap, Nyungsep Jurang Sedalam Lima Meter

Kardus tersebut ternyata bukan kardus biasa. Pada bagian atasnya dilapisi aluminium foil dan terdapat alat pengukur suhu, yaitu termometer. Dengan seksama, mereka memperhatikan perubahan suhu dan dicatat di dalam buku.

Siapa sangka, kardus tersebut adalah oven sederhana yang dipakai untuk bahan pembelajaran diferensiasi. Cara tersebut membuat kegiatan belajar mengajar lebih menyenangkan dan tidak membuat siswa bosan. Kepala SDN Kaliwining 02 Yuli Feri Widyawati mengungkapkan, oven sederhana dari kardus dibuat tersebut untuk memberikan pemahaman materi bentuk energi dan perubahannya.  “Bertepatan ketika pelajaran IPA dan materinya bentuk energi dan perubahan. Jadi, kami konsepkan untuk buat sesuatu yang anak-anak ini tidak hanya paham, tapi juga mengasyikkan,” terangnya.

Perempuan asal Ambulu itu menambahkan, pihaknya sengaja mengajak para siswanya untuk membuat oven sederhana dari tenaga surya. Yuli menjelaskan, sejak awal proses pembuatannya para siswa diberi kebebasan. Seperti halnya bebas ada yang menggunakan kotak ovennya dari kotak sepatu hingga kotak susu.

Selain itu, lanjutnya, bahan untuk pembuatan oven itu sederhana. Seperti menggunakan plastik berwarna hitam yang berfungsi untuk menyimpan panas dari cahaya matahari serta aluminium foil untuk memantulkan cahaya matahari ke kotak. Tidak lupa termometer untuk mengetahui suhu panas yang ada di dalam oven tersebut.

Kebebasan dalam membuat oven sederhana tersebut membuat siswa lebih memahami bahan apa saja yang lebih cepat menghasilkan panas dari tenaga surya. “Meskipun dijemurnya di tempat dan waktu yang sama hasilnya berbeda-beda. Mengikuti ukuran dari kotak dan aluminium foil yang digunakan. Data yang berbeda-beda itu memunculkan diferensiasi produk,” tuturnya.

Akan tetapi, ungkap Yuli, hasil yang berbeda-beda itu tidak membuat para siswa saling iri. Melainkan membuat siswa saling berkompetisi menjadi yang terbaik. Berkreasi dan berinovasi untuk membuat kotak oven yang memiliki suhu panas tinggi.

Menurutnya, para siswa tidak hanya belajar IPA atau sains. Namun, pemakaian internet dengan tepat dan bermanfaat. Sehingga, teknologi informasi di handphone tidak hanya bisa digunakan untuk medsos ataupun game. Tapi, mengakses informasi ilmu pengetahuan. “Berkompetisi membuat oven tenaga surya ini juga ada pembelajaran matematikanya. Sebab, mereka mengukur suhu, waktu, dan dituangkan ke dalam grafis itu. Jadi, kegiatan tersebut dapat dikatakan paket lengkap,” pungkasnya. (c2/dwi)

 

  Editor : Safitri
#Jember #tenaga surya