BACA JUGA : Jasad Pria Asal Banyuwangi Ditemukan Membusuk di Kebun Tebu Jember
Buku tersebut baru bisa diselamatkan setelah puing-puing material ruang kelas dibersihkan. “Sejak ruang kelas ambruk, lemari kehujanan hingga tiga hari berturut-turut. Sehingga semua buku baru itu basah,” kata Edy Budiono, Kepala SDN Gelang 07.
Setelah puing-puing reruntuhan sekolah dibersihkan, lemari yang dibuka berisi buku basah. Melihat kondisi yang demikian, para guru dan siswa menjemurnya. “Sebagian besar buku baru sudah mulai rusak. Banyak yang susah untuk dibuka, karena sudah mulai lengket,” kata Edy.
Bahkan, sebagian buku banyak yang lepas saat dibuka. Itu karena buku mudah robek saat basah. Dengan dijemur, buku diharapkan masih bisa digunakan. “Hampir setiap hari di wilayah Gelang turun hujan. Kalau cuaca terang, bukunya dijemur lagi. tapi, masih susah untuk dibuka,” kata Edy. Mudah-mudahan setelah dijemur beberapa kali, nanti buku tersebut masih bisa pakai.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, ratusan buku tersebut dijemur di halaman sekolah. Saking banyaknya, beberapa buku yang dijemur di sekitar puing-puing reruntuhan empat ruang kelas. Seperti diketahui, empat kelas di sekolah itu ambruk Sabtu (8/10) lalu karena diguyur hujan deras. (jum/c2/nur)
Editor : Safitri