Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Semakin Lama Kerusakan Bangunan Sekolah Semakin Banyak

Safitri • Senin, 24 Oktober 2022 | 16:49 WIB
Ilustrasi Sekolah/ Reza Arjiansyah for Radar Jember
Ilustrasi Sekolah/ Reza Arjiansyah for Radar Jember
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Kerusakan pada bangunan sekolah SD maupun SMP di beberapa lokasi di Jember sejatinya menyisakan pekerjaan rumah yang wajib diseriusi oleh pemerintah daerah. Sebab, hal itu menyangkut keberlangsungan proses belajar mengajar para siswa. Sekretaris Komisi D DPRD Jember Edy Cahyo Purnomo menyebut demikian.

BACA JUGA : Dua Pelaku Perampasan Diancam 12 Tahun Penjara

Menurut dia, kerusakan pada bangunan sekolahan jelas merugikan siswa. Sebab, mereka harus berbagi tempat atau ruangan karena keterbatasan gedung sekolah. Kerusakan itu juga mengindikasikan bahwa perencanaan pembangunan atau rehabilitasi dilakukan sekedarnya. "Di tahun 2021–2022 itu pernah ada perbaikan, tapi tidak maksimal, karena keterbatasan anggaran," kata pria yang akrab dipanggil Ipung itu.

Dalam rapat pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Jember, beberapa hari lalu, lanjut dia, APBD 2023 telah merancang beberapa renovasi untuk bangunan SD maupun SMP di Jember. Namun, ia belum mengetahui detail berapa jumlah anggarannya maupun berapa lokasinya. "Tahun depan (2023, Red) sudah dianggarkan, termasuk untuk gedung sekolah yang ambruk. Itu melekat di Dispendik, walaupun tidak semua, tapi bertahap semuanya," urai wakil rakyat yang juga anggota Banggar itu.

Lebih jauh, Ipung juga menyinggung pihak sekolah yang kurang meng-update data-data kondisi sekolah. Ia berpendapat, seharusnya pemerintah daerah juga mengetahui detail dan menampung data kondisi sekolah-sekolah di Jember. Hal itu untuk memastikan agar perencanaan perbaikan sekolah bisa benar-benar tertangani dengan baik. "Sekolah juga perlu meng-update kondisi bangunannya, dan pemerintah menampung. Jadi, rencana perbaikan bisa didasari kebutuhan, bukan ketika ada insiden ambruk," tegas legislator PDIP itu.

Dalam pandangan umum fraksi-fraksi kala Rapat Paripurna APBD 2023 lalu, beberapa di antaranya juga menyarankan agar pemerintah daerah segera menyikapi nasib gedung sekolah yang rusak tersebut. Seperti dari Fraksi Gabungan PAN, Demokrat, dan Golkar (Pandekar).

Pandekar menilai gedung sekolah yang rusak itu akan mengganggu kenyamanan dan mengancam keselamatan peserta didik dalam proses KBM. Selain Pandekar, juga ada Fraksi PKB yang mendesak pemerintah daerah segera memperbaiki seluruh gedung sekolah yang rusak atau ambruk. Tanpa ditunda-tunda atau dibiarkan semakin rusak. (mau/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #Headline #Sekolah