Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cegah Pikun, Embah-Embah di Jember Diajak Sekolah Bareng

Maulana Ijal • Selasa, 20 September 2022 | 03:27 WIB
Photo
Photo
JEMBER.RADARJEMBER.ID- Jika umumnya sekolah hanya ditujukan bagi anak, remaja dan warga yang masih berusia produktif saja, tapi di Jember ini berbeda. Mereka para lansia atau embah-embah, juga diajak bejalar bersama. Program yang digagas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember bernama program Sekolah Lansia Tangguh (Selantang).

Program itu baru saja diresmikan pada 15 September kemarin. Kegiatan ini disebut akan menjadi titik balik kebangkitan para lansia, khususnya di Kabupaten Jember.

“Banyak lansia yang diperlakukan kurang pantas. Bahkan yang lebih ekstrem, pengurungan pada lansia itu masih sering kita jumpai bersama. Kejadian seperti ini tidak kita inginkan. Oleh karenanya, program ini diharap mampu menyejahterahkan dan menjadikan para lansia sebagai lansia yang tangguh juga potensial,” ucap Suprihandoko, Kepala DP3AKB Jember saat ditemui baru-baru ini.

BACA JUGA: BBM Naik dan Pupuk Sulit, Dobel Uppercut yang Bikin Petani di Jember KO

Pembentukan Selantang berangkat dari stigma masyarakat yang seringkali memandang lansia sebelah mata. Program ini menyasar para lansia yang didampingi oleh keluarga. Hal ini bertujuan untuk menciptakan komunukiasi dua arah, serta menghindari adanya salah paham satu sama lain.



Selantang juga dibentuk sebagai perwujudan dari konsep belajar sepanjang hayat. “Lansia ini kan gampang stres, maka dari itu adanya program ini semoga bisa menurunkan persentase stres yang sering terjadi pada lansia, serta menciptakan lansia yang spiritualis, tangguh, smart, aktif dan berdayaguna,” ucap Srindahtik Suhartini, Ketua COE sekaligus Kepala Sekolah Program Selantang.

Dalam pelaksaannya, Selantang berkonsep seperti sekolah pada umumnya. Program ini memiliki struktur yang lengkap. Mulai dari kepala sekolah, wali kelas hingga ketua kelas. Peserta akan diberikan materi yang lekat kaitannya denga kehidupan sehari-hari. Seperti tentang kesehatan, cara bersosialisasi dan lain sebagainya.

Dengan pemateri yang beragam, di antaranya dari dinas sosial dan dinas pertanian, kuota peserta program ini pun dibatasi. Yakni hanya menerima 30 peserta tiap angkatannya. Mereka akan diwisuda setelah enam bulan mengikuti program. Sedangkan kelas mereka sebanyak dua kali dalam sebulan.

Peserta program ini antusias mengikuti kelas perdana yang diadakan di Perumahan Griya Mangli, Kecamatan Kaliwates. “Programnya bagus, senang sekali jadi banyak temannya. Kalau di rumah terus bosen dan bingung mau ngapain. Apa lagi kita-kita sudah tidak muda lagi. Hal ini bisa jadi terapi supaya tidak mudah pikun,” ungkap Fajar Sodik, 66, Ketua Kelas Program Selantang.

Sampai saat ini kendala yang dihadapi pihak penyuluh serta Pembina Selantang adalah tempat yang kurang memadai untuk pelaksaan program ini.

“Semoga pemerintah lebih memperhatikan program ini, fasilitasnya juga dilengkapi lagi, khususnya untuk lokasi kegiatan. Karena sejauh ini kami masih pinjam dan untuk pelaksaan kegiatan pun itu swadaya dari masyarakat sekitar saja,” imbuh Fajar. (*)

Foto   : Dwi Sugesti Mega untuk Radar Jember

Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Jember #Sekolah Lansia #Selantang