Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tiap Tahun Sekolah Gresik Ini Cuma Peroleh Satu Murid Saja

Safitri • Minggu, 17 Juli 2022 | 03:11 WIB
Caption:Sejumlah mahasiswa saat menjadi tenaga pendidik berfoto bersama beberapa murid UPT SDN 372 Gresik berlokasi di Pekalongan, Kecamaran Tambak, Bawean.
Caption:Sejumlah mahasiswa saat menjadi tenaga pendidik berfoto bersama beberapa murid UPT SDN 372 Gresik berlokasi di Pekalongan, Kecamaran Tambak, Bawean.
GRESIK, RADARJEMBER.ID - Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah perkotaan Gresik, sejauh ini masih cukup banyak anak didiknya. Maklum, Gresik termasuk daerah industri sehingga padat penduduk.

BACA JUGA: Ahmad Wahyudi, Sukses Antarkan Anak Lulus Sarjana dari Meloper Koran
Namun, tidak sedikit SDN mengalami kesulitan mendapat murid. Bahkan, jumlahnya bisa dihitung jari.Sebut saja UPT SDN 372 di Pulau Bawean. Satu sekolah ada enam murid. Artinya, satu kelas cuma dapat satu anak didik.

Selama bertahun-tahun, memang jarang ada anak-anak mendaftar di sekolah tersebut.Bukan soal kualitas, melainkan lebih karena lokasi sekolah memang cukup terpencil. Untuk menuju ke sekolah tersebut, siswa harus melewati tanjakan sejauh 1 kilometer.

Lokasi sekolah berada di atas gunung. Jarak permukiman terdekat sekitar 1 kilometer.Dulu, sekolah itu bernama SDN 2 Pekalongan, Kecamatan Tambak, Bawean. Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022 ini juga cuma mendapatkan satu murid.

Bahkan, dalam enam tahun terakhir, jumlah pendaftarnya pun sama. Satu.Ahmad Ro’in, Kepala UPT SDN 372 Gresik mengatakan, pada PPDB tahun ini memang jumlah siswa mendaftar sama dengan beberapa tahun lalu.

Satu siswa saja. Sebelumnya, terdapat siswa keluar dari sekolah, kemudian terdapat pula satu siswa yang masuk. Dengan demikian, jumlahnya tetap enam siswa.Menurut dia, siswa yang mendaftar di SDN 372 itu minim lantaran sulitnya akses ke sekolah.

Belum lagi, lokasinya berada di atas bukit yang sulit ditempuh dengan sepeda. Anak didiknya pun biasa berjalan kaki untuk ke sekolah. ’’Kalau dari pertimbangan, mending dimerger dengan sekolah lain sehingga lebih efektif,’’ ungkap dia.

Dihubungi secara terpisah, Nur Maslichah, Kabid Pendidikan Dasar Dispendik Pemkab Gresik menerangkan, merger sekolah bisa cepat dilakukan jika dilihat dari segi di atas kertas. Namun, tidak semudah itu menggabungkan dua sekolah menjadi satu.

Dispendik perlu melihat beberapa aspek pendukung. Selain itu, diperlukan kajian yang mendalam. ’’Perlu dilihat juga bagaimana jarak, akses, masyarakat, dan sekolah lainnya bagaimana,’’ ucap Nur.(*)

Editor:Winardyasto HariKIrono
Foto: Istimewa
Sumber Berita:jawapos.com Editor : Safitri
#Sekolah