Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, Guru Diberi Kebebasan Berkreasi

Safitri • Selasa, 12 Juli 2022 | 21:08 WIB
PERTAHANKAN PROKES: Pelajar SD menyongsong tahun ajaran baru. Kini guru juga mulai fleksibel dan lebih kreatif dalam menerapkan KBM.
PERTAHANKAN PROKES: Pelajar SD menyongsong tahun ajaran baru. Kini guru juga mulai fleksibel dan lebih kreatif dalam menerapkan KBM.
PATRANG, Radar Jember - Pemulihan sistem pendidikan terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember. Terutama pada lembaga SD yang akan memulai pembelajaran pada tahun ajaran baru 2022-2023. Salah satunya dengan penggunaan Kurikulum Merdeka. Sistem terbaru ini akan memberikan banyak inovasi terhadap berlangsungnya kegiatan belajar mengajar (KBM).

BACA JUGA : ODGJ Juga Wajib Punya KTP

Kabid SD Dispendik Jember Endang Sulistyowati mengatakan, tahun ajaran baru kali ini bersamaan dengan berakhirnya pandemi korona. Tentunya, banyak hal dalam pendidikan yang harus dibangkitkan lagi setelah dua tahun proses KBM di tingkat SD tidak maksimal. Bahkan, dengan waktu selama itu, masa belajar siswa terpangkas banyak. "Nah, untuk memulihkan situasi pendidikan tersebut, Kurikulum Merdeka menjadi pilihan yang tepat," katanya.

Endang menerangkan, banyak keunggulan yang terdapat pada Kurikulum Merdeka. Salah satunya materi yang tidak terlalu padat. "Materi yang ada nanti hanya yang penting saja," imbuhnya. Kemudian, materinya juga tidak terlalu kaku seperti kurikulum sebelumnya.

Dengan itu, guru tidak mengalami kesulitan untuk membentuk karakter siswa. Kurikulum Merdeka, kata Endang, telah memberikan kebebasan kepada guru untuk mengeksplorasi semua kreativitasnya dalam rangka membuat suasana kelas yang menyenangkan. "Sehingga, kalau guru sudah diberikan kebebasan, maka siswanya akan senang," terang alumnus Universitas Islam Jember (UIJ) itu. Hal itu dinilai akan memudahkan guru untuk membentuk karakter siswa yang baik.

Berkaitan dengan itu, guru mendapat bantuan dari pemerintah dengan platform Merdeka Mengajar. Di dalamnya, kata dia, guru bisa belajar bagaimana cara membentuk karakter siswa yang baik, sesuai dengan Kurikulum Merdeka. "Yang penting guru itu harus aktif di akun Belajar.id, belajarnya bisa kapan pun dan di mana pun, dengan menggunakan smartphone," bebernya.

Dengan Kurikulum Merdeka, tambahnya, guru tidak terikat dengan waktu per minggu seperti kurikulum sebelumnya. Melainkan diberi kebebasan untuk mengatur waktunya dalam satu tahun. “Terpenting guru sekarang harus kreatif. Harus mempunyai kerangka tersendiri untuk memenuhi target dari pembelajaran,” paparnya.

Perbedaan dengan Kurikulum 13 (K-13) adalah keterikatan dengan waktu. Endang melanjutkan, K-13 dalam setiap temanya sudah ditarget satu bulan. Dalam satu tema ada subtema yang harus diselesaikan dalam waktu satu minggu. "Di saat tema satu belum selesai, tidak bisa naik ke tema berikutnya. Itulah yang membelenggu guru, sehingga murid tidak paham-paham," tandasnya.

Sementara itu, di Kurikulum Merdeka, guru diberikan kebebasan untuk memilih tema mana saja yang akan dimulai terlebih dahulu. Menyesuaikan dengan kebutuhan siswa, sehingga proses pembelajaran lebih terarah. Pihaknya juga menambahkan, semua SD di Jember telah siap menggunakan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran baru. "Seribu SD lebih di Jember sudah siap dengan Kurikulum Merdeka," pungkasnya. (mun/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Jember #Guru