Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Beri Edukasi Pendidikan Ramah Anak pada Guru PAUD

Ivona • Rabu, 8 September 2021 | 19:27 WIB
TEKAN STUNTING: Dari kiri ke kanan, Direktur YPSM Rizki Nurhaini, Kepala Desa Rambipuji Dwi Diyah Setyorini dan Penanggung Jawab Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Jember Khairul Anam, ketika sosialisasi program Mutiara di Desa/Kecamatan Rambipuji, siang tad
TEKAN STUNTING: Dari kiri ke kanan, Direktur YPSM Rizki Nurhaini, Kepala Desa Rambipuji Dwi Diyah Setyorini dan Penanggung Jawab Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Jember Khairul Anam, ketika sosialisasi program Mutiara di Desa/Kecamatan Rambipuji, siang tad
TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Untuk mendukung realisasi kota layak anak, berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Salah satunya dengan memberikan pemahaman pendidikan ramah anak kepada kalangan guru PAUD. Melalui sosialisasi dan pendidikan untuk menunjang kapasitas guru. Hal itu agar mereka semakin memiliki kepedulian tinggi pada kesehatan mental anak, kontrol pada anak-anak untuk bermain dengan sebayanya sesuai dengan yang dianjurkan, dan tidak melampaui batas.

Edukasi dan pelatihan ini diikuti oleh ribuan orang dari 762 lembaga PAUD di Jember. Peserta mengikuti secara offline di Aula Dinas Pendidikan serta secara daring melaui Zoom dan Youtube. Jumlah peserta ini melibatkan semua perwakilan dari seluruh PAUD di Jember. Sebab, beberapa lembaga swadaya masyarakat banyak yang menerima pelaporan marak terjadi perundungan dan pelecehan seksual di beberapa lembaga sekolah. Dengan demikian, antisipasi tindakan kejahatan dapat diminimalisasi.

Salah satu fasilitator, Ahmad As'ari, mengungkapkan bahwa hingga saat ini dia banyak menghimpun informasi adanya pelecehan seksual pada siswa anak-anak usia PAUD. Salah satu penyebabnya adalah masifnya informasi melalui dunia digital.

Tak hanya orang tua, guru atau tenaga pendidikan perlu memberikan kontrol. Cara yang dapat dilakukan oleh guru adalah rutin memberikan sosialisasi dan edukasi kepada anak. "Kita bisa mencegah dengan beberapa cara. Di antaranya menghargai dan meningkatkan hak anak," ungkapnya, Senin (6/9).

Dirinya menjelaskan bahwa hal-hal ini masih tabu diperkenalkan di lembaga pendidikan. Sama halnya dengan memperkenalkan pendidikan seks pada anak. Namun, Ahmad menekankan bahwa perhatian dan perlindungan lebih ditekankan pada anak penyandang disabilitas yang menjadi korban pornografi, serta anak-anak yang perilaku sosialnya menyimpang. "Anak-anak yang seperti itu perlu mendapat perhatian lebih dari pendidik," pungkasnya.

Reporter : Dian Cahyani

Fotografer : Dokumen Radar Jember

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Ivona
#Headline #Guru #PAUD