Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Lakukan Inovasi Gula Semut

Yohanes Pangestu • Sabtu, 14 Agustus 2021 | 01:57 WIB
Photo
Photo
TEGALBOTO, RADARJEMBER.ID – Sebanyak lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember melakukan inovasi pengemasan gula semut guna mengembangkan potensi usaha lokal. Kelima mahasiswa tersebut yaitu Zafira Rossa Ramadani, ketua PKM PI, kemudian Alifi Adi Ramadhani, Zayyan Nisrina Nasywa, Siti Khoiriati Nikmaturrohmah, dan Armedhio Yudha Kostrada.

Photo
Photo


Pengembangan tersebut dilakukan berdasarkan pada Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan Iptek (PKM PI) yang berfokus pada penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Program tersebut ditujukan pada masyarakat atau mitra tertuju untuk meningkatkan omset dan pendapatan masyarakat mitra.

Masyarakat sasaran program kali ini yakni masyarakat Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan. Tema yang diangkat yaitu Inovasi Pembuatan Gula Semut Pada Pengrajin Gula Merah sebagai Strategi Pengembangan Usaha di Desa Lojejer.

"Desa Lojejer merupakan desa yang sudah lama menjadi sentra gula merah berbahan dasar nira kelapa. Di masa pandemi ini, sempat terjadi penurunan penjualan di mitra kami, sehingga kami berinisiatif untuk mengadakan penerapan pembuatan gula semut," ungkap Zayyan Nisrina Nasywa, salah satu mahasiswa FTP.

Meski berbahan sama dengan gula merah, harga pada gula semut memiliki potensi yang lebih mahal. Sebab, bentuk dari gula semut yang berbentuk kristal, membuatnya lebih mudah dan praktis dalam penggunaannya. "Selain itu lebih tahan lama karena memiliki kandungan air yang rendah, dan mudah dikemas menggunakan kemasan yang menarik," imbuh Zayyan.

Kelima mahasiswa tersebut melakukan penyuluhan ke UD Pramita Salsabila yang merupakan mitra. Penyuluhan tersebut berisi materi pemembuatan gula semut dari gula merah cetak. Mengingat harga jual gula semut jauh lebih tinggi daripada gula merah itu.

"Dari kami sebelumnya sudah mencacah produk dari mitra kami yaitu gula merah cetak untuk mempersingkat waktu untuk praktek di mitra. Dalam proses pembuatan gula semut terdapat proses pengeringan, di mana kami menggunakan oven sebagai media pengeringan. Dengan lama waktu 2-3 jam dan suhu 70-90 derajat selsius sambil terus diaduk tiap 30 menit," lanjutnya.

Usai proses pengeringan, dilanjutkan proses penyeragaman ukuran menggunakan chopper selama 15 detik. Kemudian dilakukan proses pengayakan untuk mendapatkan hasil butiran yang lebih halus lagi.
Selain penyuluhan materi pembuatan, kelima mahasiswa FTP tersebut mengajarkan bagaimana cara mengoperasikan alat-alat tersebut seperti oven dan chopper. "Untuk kemasannya kami yang menyediakan dari mulai packaging dan stiker. Sehingga menjadi produk lokal yang berdaya jual tinggi," pungkasnya.

Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: FTP for Radar Jember
Editor: Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Yohanes Pangestu