Ya, di tengah kesibukannya, Roro harus menyisihkan waktunya mendampingi Danendra mengerjakan tugas sekolah. Tidak hanya mendampingi, bahkan saat mengerjakan, Roro harus turun tangan menjelaskan sendiri layaknya seorang guru.
Tak dimungkiri, dalam prosesnya beberapa kali Roro sedikit ragu dengan penjelasan materi tentang soal yang tengah mereka bahas. Begitupun Danendra, tak jarang dia mempertanyakan kembali apa yang telah disampaikan oleh ibunya. “Namanya juga sudah lama. Jadi, kadang ada yang lupa,” jelas Roro.
Apalagi, terhitung sudah satu tahun Danendra tidak melangsungkan pembelajaran tatap muka. Hal ini menjadi kekhawatiran bagi Roro untuk menghadapi ujian sekolah. Apalagi yang paling penting adalah pelajaran tentang unggah ungguh alias tata krama yang tidak dapatkan secara daring.
Belum adanya kepastian mengenai kapan pertemuan tatap muka (PTM) diselenggarakan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Roro dan para wali murid lainnya. Namun di sisi lain, mereka juga cemas, apakah pihak sekolah sendiri sudah melakukan segala langkah preventif untuk mencegah penularan pandemi. Karenanya, Jawa Pos Radar Jember pun mencoba untuk menilik kesiapan pihak sekolah, yakni SD Al Baitul Amien 02, untuk mengadakan proses pembelajaran tatap muka.
Idealnya, setiap ruang kelas terdiri atas 28 siswa atau 28 bangku. Skema pembelajaran yang akan digelar yakni dengan 50 persen jumlah siswa keseluruhan di setiap kelas mengikuti pembelajaran tatap muka. Sisanya mengikuti pembelajaran secara daring. Sedangkan untuk skema waktunya dilakukan secara bergantian. “Ada yang masuk hari Senin, sisanya daring. Kami pakai blended learning. Hari Jumat guru-guru evaluasi,” ungkap Kepala SD Al Baitul Amien 02 Muzakki Hidayat.
Muzzaki menambahkan bahwa pihaknya percaya bahwa lembaganya dapat mengikuti PTM pada April mendatang. Ada dua opsi yang bisa dipertimbangkan jika PTM digelar. Pertama adalah pembatasan siswa masuk sekolah, yakni setiap harinya akan hanya dibatasi satu jam masuk sekolah. Opsi kedua yakni separuh siswa masuk sekolah, separuhnya lagi diliburkan. “Saya yakin ini dapat menjadi pintu masuk untuk segera diberlakukannya PTM normal,” imbuhnya.
Dari tenaga pendidik, Muzzaki mengungkapkan bahwa semua warga sekolah sudah menjalani vaksinasi. Hal ini menjadi salah satu langkah preventif untuk meminimalisasi adanya penyebaran Covid-19. “Seluruh SDM sekolah kami sudah divaksin. Jadi, insyaallah aman,” pungkasnya.
Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Dian Cahyani
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Radar Digital