GUMUKMAS, Radar Jember - Kerusakan jalan di berbagai titik dan tanpa penerangan jalan umum (PJU) di Jember, terus menjadi antensi Pemkab Jember.
Apalagi dua infrastruktur tersebut yang paling banyak terjadi keluhan masyarakat.
Bupati Jember Muhammad Fawait dalam beberapa kali kesempatan menegaskan urusan jalan ini akan menjadi fokus perhatiannya, selama lima tahun memimpin Jember ini.
Meski begitu, ia mengakui perbaikan jalan tidak langsung tiba-tiba diusulkan dan dapat langsung tereksekusi. Namun butuh proses yang diawali dengan pendataan atau perencanaan.
"Saya sudah mendata, lewat pak camat bersama seluruh kepala desa, kalau ada jalan desa yang rusak, dan jalan yang tidak ada lampunya, itu semua harus didata," katanya, saat rangkaian Guse Menyapa, di Kecamatan Gumukmas, (3/11).
Ia menilai, meski Pemkab telah mengerahkan Tim URC Dinas PU Bina Marga untuk memperbaiki kerusakan ringan secara mobile di berbagai titik, data-data ini diyakininya cukup krusial.
Karena menjadi bahan perencanaan pembangunan jalan dan penambahan PJU berikutnya.
Melalui Saluran Wadul Guse, ia memastikan memonitor langsung terkait urusan jalan ini, dari 31 kecamatan, 226 desa, 22 kelurahan, dari ujung barat, selatan, timur, dan utara.
Editor : M. Ainul Budi