Radar Jember – Pemkab Jember mempertajam efektivitas program pelayanan kesehatan dasar Homecare dengan mengerahkan jajaran birokrasi.
Salah satu caranya, setiap Jumat, para kepala OPD, Camat hingga lurah, diinstruksikan turun langsung ke lapangan memantau pelaksanaan layanan medis antar-jemput tersebut.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan langkah ini diambil untuk memastikan program prioritas dalam RPJMD Jember tepat sasaran dan mengurai kendala teknis pelayanan kesehatan warga secara real-time.
Baca Juga: Program Homecare Jember Dinilai Mulia, tapi IDI Minta Beban Kerja Nakes Tak Diabaikan
Ia mengaku, tidak ingin hanya menerima laporan normatif dari balik meja.
Menurut dia, keterlibatan aktif pimpinan OPD di lapangan menjadi koordinator wilayah kunci untuk mengevaluasi kualitas layanan publik di tingkat puskesmas hingga dusun.
"Saya enggak mau para Kepala OPD itu, saya beri tugas menjadi koordinator di kecamatan, hanya menerima laporan dari meja saja. Mereka harus turun," kata Gus Fawait, sapaan dia, usai rapat paripurna pengesahan PAPBD 2026, (14/9).
Gus Fawait menjelaskan, rotasi pemantauan lapangan setiap Jumat tersebut diwajibkan bagi seluruh pimpinan dinas tanpa terkecuali.
“Apa pun OPD-nya, mereka turun sehingga mereka tahu apa kendala yang ada di bawah dan apa yang harus diperbaiki," katanya.
Ia menambahkan, penguatan pengawasan homecare ini sejalan dengan agenda pengentasan kemiskinan dan penataan anggaran daerah yang sedang digenjot.
Dalam kesempatan lain, ia juga menyatakan bahwa intervensi program homecare ini ditargetkan melonjak drastis.
Jika sebelumnya menjangkau sekitar 25 ribu sasaran, maka Bupati Fawait, menargetkan kenaikan hingga 50 ribu sasaran pada tahap berikutnya, dan menembus angka 100 ribu sasaran di tahun depan.
"Saya ingin program prioritas seperti pengobatan gratis, home care, ini betul-betul bisa lebih cepat lagi dan bisa lebih diperluas lagi," pungkasnya. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh