Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Homecare Jember Dinilai Mulia, tapi IDI Minta Beban Kerja Nakes Tak Diabaikan

M Adhi Surya
Penulis: M Adhi Surya❯
“Program ini (homecare, Red) tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sasaran. Kendati demikian, konsekuensinya adalah peningkatan volume kerja bagi para petugas medis.” dr M. ALI SHODIKIN, Ketua IDI Jember. (DOKUMENTASI RADAR JEMBER)
“Program ini (homecare, Red) tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sasaran. Kendati demikian, konsekuensinya adalah peningkatan volume kerja bagi para petugas medis.” dr M. ALI SHODIKIN, Ketua IDI Jember. (DOKUMENTASI RADAR JEMBER)

Advertisement

Radar Jember – Layanan kesehatan tak selalu bisa dikejar pasien. Bagi warga dengan keterbatasan mobilitas, justru tenaga medis yang harus mendatangi rumah.

Skema inilah yang membuat program Homecare dinilai memiliki manfaat besar bagi masyarakat.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember dr M. Ali Shodikin mengatakan Homecare dapat menjadi jawaban bagi warga yang kesulitan mengakses faskes.

Terutama pasien yang secara kondisi fisik tidak memungkinkan datang langsung ke puskesmas maupun layanan kesehatan lainnya.

Namun, kemudahan yang diterima masyarakat itu memiliki konsekuensi di sisi lain. Beban kerja nakes berpotensi bertambah seiring dengan aktivitas pelayanan yang harus dilakukan di luar fasilitas kesehatan.

Advertisement

“Program ini tentu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sasaran. Kendati demikian, konsekuensinya adalah peningkatan volume kerja bagi para petugas medis,” ujar dr. Ali.

Karena itu, menurut dia, pengaturan beban kerja menjadi bagian yang tidak boleh dilewatkan. Dokter, perawat, bidan hingga tenaga gizi yang terlibat harus memiliki pembagian tugas dan jam kerja yang jelas.

Terlebih bagi nakes yang berstatus aparatur sipil negara (ASN). “Perlu ada pengaturan jam kerja dan beban tugas yang presisi agar aspek profesionalisme serta regulasi jam kerja ASN tetap terjaga,” katanya.

Selain urusan tenaga, keberlangsungan Homecare juga sangat bergantung pada dukungan anggaran. Pemkab Jember perlu memastikan kebutuhan lapangan, mulai obat-obatan, peralatan medis portabel, sarana transportasi hingga insentif atau honorarium bagi petugas dapat terpenuhi secara layak.

Untuk kasus tertentu, keterlibatan dokter spesialis melalui telemedicine dinilai bisa membantu nakes di lapangan.

Advertisement

Artikel Terkait

Bongkar Potensi Bahaya Jalur Gumitir Jember: Pohon Tua Tumbang Dan Ancaman Tanah Longsor!

Bongkar Potensi Bahaya Jalur Gumitir Jember: Pohon Tua Tumbang Dan Ancaman Tanah Longsor!

BPBD dan kepolisian mengimbau pengguna jalan serta pedagang di jalur Gumitir meningkatkan kewaspadaan akibat maraknya ancaman pohon tumbang dan tanah longsor.

Awas SilPA Menumpuk! Realisasi Belanja Modal Jember Baru 22,13 Persen, DPRD Beri Peringatan Keras

Awas SilPA Menumpuk! Realisasi Belanja Modal Jember Baru 22,13 Persen, DPRD Beri Peringatan Keras

Sisa waktu tinggal tiga bulan, serapan belanja modal Pemkab Jember baru capai 22,13 persen, memicu desakan percepatan program dari mayoritas fraksi DPRD.

Helm Bukan Pajangan! Satlantas Polres Jember Beberkan 29 Kasus Kecelakaan Sepeda Motor Sepekan

Helm Bukan Pajangan! Satlantas Polres Jember Beberkan 29 Kasus Kecelakaan Sepeda Motor Sepekan

Catat 29 kejadian laka lantas dan tiga korban tewas dalam sepekan, Satlantas Polres Jember ingatkan pengendara agar tidak abaikan penggunaan helm SNI.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer