Libatkan Ulama Turun ke Akar Rumput, Pemkab Jember Gandeng MUI Tuntaskan Masalah Kesehatan

Maulana RJ • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 20:39 WIB
BERIRINGAN: Gus Fawait dalam sebuah kesempatan bertemu dengan para Kiai, gus dan lora, di Pendapa Wahyawibawagraha. Dalam kesempatan lain, ia menegaskan posisi para ulama ini dalam mensukseskan program-program strategis pemerintah dengan memperkuat kolaborasi. (MAULANA/RADAR JEMBER)
BERIRINGAN: Gus Fawait dalam sebuah kesempatan bertemu dengan para Kiai, gus dan lora, di Pendapa Wahyawibawagraha. Dalam kesempatan lain, ia menegaskan posisi para ulama ini dalam mensukseskan program-program strategis pemerintah dengan memperkuat kolaborasi. (MAULANA/RADAR JEMBER)

PATRANG, Radar Jember - Keengganan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan dianggap perlu melibatkan kalangan tokoh masyarakat setempat, termasuk dari kalangan alim ulama.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa keterlibatan para kiai dan tokoh agama cukup krusial agar program strategis pemerintah tak lagi terbentur mitos atau paham keagamaan di akar rumput.

Ia mencontohkan imunisasi anak yang masih terstigma haram.

Baca Juga: Bupati Jember Gus Fawait: Kritik Yes, Caci Maki No!

"Termasuk masalah imunisasi di Jember yang capaiannya masih rendah agar bisa kita genjot lagi, itu salah satu yang akan kami kolaborasikan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi soal halal-haramnya," katanya, usai pengukuhan 23 Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember, di Pendapa Wahyawibawagraha, (23/8).

Gus Fawait, mengakui meski MUI telah jelas memfatwakan imunisasi halal, ia meyakini pendekatan lewat mimbar pengajian, pesantren, dan majelis taklim, yang digerakkan para ulama, sangat efektif meruntuhkan stigma miring tersebut.

"Imunisasi anjuran pemerintah sudah ada penegasan kehalalannya dari MUI. Jadi ke depan bukan hanya bab itu saja, bab-bab lainnya secara bertahap, kami terus berkolaborasi demi mewujudkan Jember Baru, Jember Maju," imbuhnya.

Baca Juga: Terus Kobarkan Semangat Pengabdian, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jatim Dapat RJ Awards

​Kolaborasi Pemkab Jember dan MUI tak berhenti pada edukasi imunisasi.

Eksekusi program layanan kesehatan jemput bola (Home Care) bagi warga miskin ekstrem, lansia tunggal, ibu hamil, pengentasan stunting, disabilitas, hingga jaminan kesehatan khusus bagi para kiai dan pengasuh pesantren, turut dipacu bersama.

Merespon hal itu, Ketua MUI Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan posisi MUI sebagai mitra strategis sekaligus pengawal moral kebijakan publik.

"MUI itu khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah). Bagaimana kita menyerap masalah yang muncul di masyarakat, jika komunikasi kita baik dengan bupati dan jajaran, tinggal dikomunikasikan. Pada akhirnya nanti dilihat leading sector-nya di mana, lalu ditindaklanjuti," pungkas Kiai Haris. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
Jember MUI Bupati Jember Gus Fawait