Dihadiri Delegasi 11 Negara di Pantai Watu Ulo, Anggota DPR RI Sebut JKCI 2026 Jadi Model Terobosan Ekonomi Berbasis Potensi Daerah

Maulana RJ • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:01 WIB
SIAP DUKUNG BERSAMA: Gus Fawait saat berswafoto bersama sejumlah tokoh dan beberapa delegasi luar negeri saat perhelatan malam puncak JKCI 2026, (1/8). (MAULANA/RADAR JEMBER)
SIAP DUKUNG BERSAMA: Gus Fawait saat berswafoto bersama sejumlah tokoh dan beberapa delegasi luar negeri saat perhelatan malam puncak JKCI 2026, (1/8). (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Langkah Pemkab Jember menggelar ajang pencerutuan internasional dinilai sebagai terobosan konkret dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

Anggota Komisi XI DPR RI, Charles Meikyansah, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) 2026 yang dinilainya sukses memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi masyarakat.

"Saya salut dan bangga. Ini terobosan yang sangat penting dari sisi ekonomi. Efeknya sangat luas; menggerakkan roda ekonomi, pariwisata terdongkrak, dan pendapatan masyarakat bertambah," katanya, saat malam puncak JKCI 2026 di Pantai Watu Ulo, Ambulu, Sabtu (1/8).

Baca Juga: Serasa Sidang Paripurna! Gus Fawait Boyong Seluruh Kepala OPD Ke Rambipuji Demi Eksekusi Aspirasi Warg

Charles menambahkan, sinergi antara pelaku industri cerutu dan pemkab perlu dikawal bersama oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk legislator di Senayan.

"Kami di DPR RI memperjuangkan hal yang sama agar apa yang ditargetkan Pemkab Jember dapat berjalan lancar. Jember harus dikenal bukan saja sebagai kota tembakau, tetapi kota cerutu yang produknya diakui secara global," tambah legislator Dapil Jember Lumajang itu.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut baik dukungan dari parlemen pusat. Ia menekankan kehadiran belasan delegasi dari 11 negara pada JKCI 2026 membuktikan bahwa komoditas unggulan Jember memiliki daya tawar tinggi di pasar internasional.

"Hilirisasi tembakau menjadi cerutu adalah kunci agar harga tembakau petani kita stabil," katanya.

Baca Juga: Sentil BUMD Jangan 'Nyusu' APBD Lagi, Anggota DPR RI dan Bupati Fawait Patok Target Mandiri Buat PDAM Jembe

Ia berharap, ajang pencerutuan yang diklaim terbesar di kawasan Asia ini mampu memperkuat posisi Jember sebagai kiblat industri cerutu dunia sekaligus menggerakkan ekonomi berbasis kemasyarakatan.

"Saat ini Jember bukan lagi sekadar mengekspor daun tembakau mentah, tapi produk olahan bernilai tinggi yang sudah dikenal hingga Jakarta dan mancanegara," imbuh Gus Fawait. (mau/bud)

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember Pantai Watu Ulo JKCI Gus Fawait Jember Kota Cerutu Indonesia