Radar Jember - Pemerintah daerah memastikan setiap aspirasi akan ditindaklanjuti dan masuk dalam rencana pembangunan daerah.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, belum lama ini.
Ia menyatakan, pemkab terus berupaya mendekatkan pelayanan, salah satunya melalui program Bupati Ngantor di Desa/kelurahan (Bunga Desaku) untuk menjaring aspirasi warga.
"Kami ingin warga desa merasa dihargai dan bahagia karena pemimpinnya hadir langsung mendengar keluhan mereka, sekaligus membawa solusi secara bertahap," katanya, saat bertemu ratusan kader Posyandu, beserta ketua RT dan RW, dalam rangkaian Bunga Desaku, di Desa Sumber Gejayan, Mayang, pada 22 Juli lalu.
Dalam lawatannya, orang nomor satu di Jember itu memboyong kabinetnya. Mulai dari jajaran Kepala OPD, Direktur BUMD, hingga Direktur Rumah Sakit.
Dalam dialog tatap muka yang hangat itu, beragam unek-unek tumpah. Mulai dari soal infrastruktur hingga bansos.
Mayoritas kader Posyandu serta ketua RT dan RW saat itu, terang-terangan meminta agar pemkab menaikkan nominal honorarium.
"Berarti jalan halus, lampu terang, honor naik, ya Pak?" sahut Bupati Fawait, disusul pecah tawa.
Menjawab cecaran aspirasi itu, Gus Fawait menegaskan kehadirannya bersama jajaran merupakan komitmen bahwa pemerintah tidak tutup mata.
Ia menjamin seluruh OPD mencatat setiap masukan sebagai bahan utama perencanaan pembangunan.
"Memang ada hal-hal yang bisa diselesaikan jangka pendek, tetapi ada juga seperti infrastruktur yang harus masuk skala prioritas penganggaran tahun berikutnya," tambah Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh