Radar Jember - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengebut pembangunan kompleks Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi, di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Proyek ambisius di atas lahan seluas 7,4 hektare ini menarik perhatian karena dilengkapi fasilitas lapangan sepak bola berukuran 105 x 68 meter yang diklaim memenuhi standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
Per 9 Juli 2026, progres fisik lapangan sepak bola tersebut diklaim mencapai 93 persen lebih. "Dimensi lapangan, sistem drainase, material rumput matrella, hingga jogging track berlapis karet (rubber) seluruhnya mengacu pada standar internasional," kata Project Manager PT Nindya Karya, Willy Aryansah Pratama Putra, dalam keterangan resminya, dilansir dari sahabatpu.go, Minggu (12/7/2026).
Proyek bernilai kontrak Rp221,99 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini dikerjakan oleh KSO PT Nindya Karya (Persero) – Modern, dengan menggandeng PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) sebagai manajemen konstruksi. Guna mengejar tenggat operasional jelang tahun ajaran baru, Kementerian PU mengerahkan sedikitnya 1.000 pekerja dan alat berat secara simultan di lapangan.
Secara kumulatif, progres pembangunan seluruh kawasan Sekolah Rakyat Jember baru menyentuh angka 93 persen lebih. Menteri PU Dody Hanggodo mewanti-wanti agar percepatan target tidak mengorbankan kualitas bangunan fisik.
"Paling penting, kualitas bukan sesuatu yang boleh dikorbankan. Saya paling anti mengorbankan kualitas. Apapun yang terjadi, bangunan Sekolah Rakyat ini harus bertahan lama," kata Dody, dalam keterangan resminya, (10/6/2026).
Saat ini, pekerjaan di area lapangan tinggal menyisakan fase akhir, seperti pemupukan dan perawatan rumput jenis matrella serta penataan fasilitas pendukung. Lapangan ini sengaja didesain dengan sistem drainase berlapis untuk mengantisipasi genangan air saat cuaca buruk, menyerupai stadion profesional.
Kompleks Sekolah Rakyat Jember ini dirancang untuk menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA yang terbagi dalam 36 rombongan belajar. Selain lapangan sepak bola berstandar FIFA, proyek ratusan miliar ini juga mencakup pembangunan asrama siswa, rumah susun untuk guru, tempat ibadah, gedung serbaguna, hingga pemenuhan fasilitas interior (meubelair) kelas yang kini mulai dirakit di lokasi.
Editor : Maulana RJ