Radar Jember - Pembangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jember kini telah menyentuh angka 90,3 persen.
Pemerintah telah menetapkan Jember dalam kategori tier pertama, yakni daerah yang paling siap melaksanakan masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serentak, jenjang SD, SMP, dan SMA.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos RI, Mokhamad Royani, saat meninjau langsung progres pembangunan fasilitas gedung SR bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait, Kamis (9/7).
"Progres kita sudah 90 persen, kita semua sudah siap. Dan Jember ini masuk kategori tier pertama. Artinya, yang paling siap untuk memulai masa pengenalan lingkungan sekolah," katanya.
Royani menambahkan, kesiapan Jember ini juga telah dikoordinasikan secara matang dengan pihak kementerian pusat.
Jika tidak ada aral melintang, aktivitas perdana di sekolah rakyat terintegrasi ini akan dimulai pada Senin, 13 Juli 2026.
Agenda pertama akan dibuka dengan proses registrasi siswa baru yang kemudian langsung disambung dengan kegiatan MPLS.
"Insyaallah nanti, 13 Juli, kita mulai registrasi, dilanjutkan MPLS, dan mengawali proses belajar," kata Royani.
Terkait kesiapan di wilayah lain, Royani menyebutkan mayoritas juga sudah berada di angka 90 persen. Namun, beberapa wilayah masih masuk dalam kategori "siap bersyarat" karena membutuhkan sentuhan akhir (finishing) pada beberapa detail minor bangunan.
Bupati Jember Gus Fawait menilai Sekolah Rakyat besutan presiden ini disebutnya mirip Sekolah Taruna Nusantara, Magelang.
Tapi bedanya, ini diperuntukkan versi untuk anak-anak keluarga Desil 1 dan 2.
"Saya bahagia juga terharu, bahkan merinding. Jember dibangun sekolah yang megah sekali, dengan berbagai fasilitas yang luar biasa lengkap," tambah Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh