Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sekolah Rakyat Jember Rasa Taruna Nusantara: Bukti Sahih Mesranya Hubungan Pemkab dan Pusat

Maulana RJ • Jumat, 10 Juli 2026 | 15:32 WIB
(Dari kiri)Direktur Rehabilitasi Sosial Kemensos M. Royani, pihak pengembang, dan Bupati Gus Fawait, saat meninjau beberapa sudut bagian Gedung Sekolah Rakyat, di Ajung, Jember, Kamis (9/7). 
(Dari kiri)Direktur Rehabilitasi Sosial Kemensos M. Royani, pihak pengembang, dan Bupati Gus Fawait, saat meninjau beberapa sudut bagian Gedung Sekolah Rakyat, di Ajung, Jember, Kamis (9/7). 

Radar Jember - Progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jember kini telah menyentuh angka 90,3 persen. Pemerintah telah menetapkan Jember dalam kategori tier pertama, yakni daerah yang paling siap melaksanakan masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serentak, jenjang SD, SMP, dan SMA.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos RI, Mokhamad Royani, saat meninjau langsung progres pembangunan fasilitas gedung SR bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait, Kamis (9/7).

​"Progres kita sudah 90 persen, kita semua sudah siap. Dan Jember ini masuk kategori tier pertama. Artinya, yang paling siap untuk memulai masa pengenalan lingkungan sekolah," katanya.

​Royani menambahkan, kesiapan Jember ini juga telah dikoordinasikan secara matang dengan pihak kementerian pusat. ​Jika tidak ada aral melintang, aktivitas perdana di sekolah rakyat terintegrasi ini akan dimulai pada Senin, 13 Juli 2026. 

Agenda pertama akan dibuka dengan proses registrasi siswa baru yang kemudian langsung disambung dengan kegiatan MPLS. ​"Insya Allah nanti, 13 Juli, kita mulai registrasi, dilanjutkan MPLS, dan mengawali proses belajar," kata Royani.

Saat peninjauan itu, berbagai sisi dan sudut bangunan dipantau. Mulai dari aula, ruang kelas, halaman dan taman, kamar tidur dan asrama, masjid, lapangan tenis, hingga lapangan sepakbola yang diklaim telah berstandar FIFA. Selain fasilitas, para siswa juga akan dibekali masing-masing satu unit laptop dan mendapatkan jatah makan tiga kali sehari. 

Megaproyek berbiaya Rp221 miliar lebih ini digadang-gadang akan menjadi sekolah mewah dan elite bagi masyarakat kurang mampu, khususnya kategori Desil 1 dan 2. Sejak dibangun akhir 2025 lalu, progres proyek ini telah menyentuh 90 persen dan ditarget rampung akhir Juli ini. 

Pemkab Jember mengapresiasi Kementerian PU dan Kemensos yang mampu mengoordinasikan pembangunan fisik secara masif. Bahkan diproyeksikan melahirkan episentrum ekonomi baru di Jember. ​

​Bupati Jember Muhammad Fawait menilai Sekolah Rakyat besutan presiden ini disebutnya mirip Sekolah Taruna Nusantara, Magelang. Tapi bedanya, ini diperuntukkan versi untuk anak-anak keluarga Desil 1 dan 2. "Saya bahagia juga terharu, bahkan merinding. Jember dibangun sekolah yang megah sekali, dengan berbagai fasilitas yang luar biasa lengkap," tambah Gus Fawait.

Editor : Maulana RJ
#Jember #Sekolah Rakyat #program prioritas Presiden #Pendidikan #Gus Fawait