Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rp15 Ribu Triliun Kekayaan Negara Bocor ke Luar Negeri! Prabowo Akui Kue Ekonomi hanya Dinikmati Elite

Maulana RJ • Jumat, 26 Juni 2026 | 11:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Setpres)
Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Setpres)

Radar Jember - Presiden Prabowo Subianto blak-blakan membongkar borok struktural yang membuat kas negara terus kering, hingga berdampak langsung pada mandeknya kesejahteraan guru dan pegawai negeri. Ia mengungkapkan bahwa kekayaan nasional senilai USD 908 miliar atau setara Rp15.000 triliun telah melosot ke luar negeri selama 34 tahun terakhir.

​Fenomena pelarian modal ini (net outflow of national wealth), menurut Prabowo, dipicu oleh masifnya praktik lancung manipulasi laporan ekspor (under-invoicing) oleh para pengusaha hitam. Modus penggelapan ini membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diklaim stabil di angka 5 persen selama tujuh tahun terakhir menjadi semu, karena kuenya hanya dinikmati segelintir elite.

​"Para pengusaha itu bohong. Katanya dia jual 1.000 ton, dia lapor hanya 500 ton. Artinya apa? Negara rugi," kata Prabowo, saat menghadiri Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026, di IAI Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jatim, Selasa, (13/6/2026).

Baca Juga: Ini Penjelasan Pakar, Mengapa Arus Informasi di Lingkaran Presiden Satu Pintu Via Seskab Teddy - Radar Jember

​Berdasarkan data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) yang diolah Dewan Ekonomi Nasional, kebocoran anggaran negara saat ini ditaksir mencapai USD 150 miliar atau sekitar Rp2.500 triliun setiap tahunnya. Angka fantastis inilah yang dituding menjadi biang kerok utama kas negara selalu tekor saat berbicara soal kenaikan gaji guru.

​Prabowo mengibaratkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini seperti tubuh manusia yang kehabisan darah akibat luka mengucur yang tak kunjung disumbat. Di atas kertas, negara terlihat bertambah kaya hingga 35 persen, namun realitasnya angka kemiskinan justru meningkat dan kelas menengah merosot tajam.

Baca Juga: ​Mahfud MD: Celah Korupsi Dana MBG Mudahkan BPK dan KPK Mengusut!

​Menutup pernyataannya, Prabowo menegaskan komitmennya untuk merombak total sistem yang rusak ini demi memenuhi sumpah jabatannya. "Kita merdeka, kita ingin rakyat kita hidup dalam keadilan dan kemakmuran," pungkas mantan Menteri Pertahanan tersebut.

Editor : Maulana RJ
#pengusaha hitam #perekonomian nasional #Prabowo Subianto #ekspor #kesejahteraan guru