Radar Jember - Upaya pemerintah daerah mengebut pembahasan sejumlah Raperda belakangan ini sempat menuai sorotan.
Pasalnya, tidak sedikit Perda-perda yang telah disahkan bersama DPRD di tahun-tahun sebelumnya hanya berakhir bak macan kertas yang kehilangan taji lantaran lemah pada implementasinya.
Merespon hal itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menolak tudingan bahwa pemerintah daerah lemah dalam mengeksekusi Perda yang sudah disahkan.
Menurutnya, macetnya implementasi aturan di lapangan bukan karena buruknya kinerja birokrasi, tetapi karena regulasi yang sudah kehilangan relevansi.
"Perda itu sebetulnya bukan masalah lemah atau tidaknya implementasi, tapi terkait masalah kebutuhan atau tidak. Kalau Perda dianggap sudah tidak relevan dengan kondisi hari ini, ya agak sulit diimplementasikan," katanya, usai rapat paripurna di DPRD Jember, Senin (22/6).
Eksekutif dan legislatif hari ini diketahui tengah membahas enam Raperda yang diajukan oleh bupati terdiri dari Raperda rutin dan Raperda inisiatif.
Di antaranya, Raperda LPP APBD 2025; Raperda Perubahan atas Perda 1/2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah; Raperda Penyelenggaraan Jaringan Utilitas Terpadu;
Raperda Penyelenggaraan Cadangan Pangan; Raperda Tirta Pandalungan atau PDAM; dan Raperda Perubahan atas Perda 2/2022 tentang Perumda Kahyangan.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa selain 6 Raperda tersebut, ada sekitar 6 Raperda lain yang juga tengah berproses di DPRD Jember.
"Enam Raperda tadi saya pikir urgen bagi Jember. Contohnya, kita ingin menaikkan pendapatan tanpa menaikkan pajak, maka BUMD kita dorong," jelasnya.
Lebih lanjut, mantan anggota DPRD Jatim dua periode itu juga mengaku tidak ingin terseret pada rezim pemerintah sebelumnya yang melahirkan Perda-perda mandul tersebut.
Ia memastikan tetap fokus pada implementasi Raperda-raperda yang kini sedang ia sodorkan ke DPRD.
"Contoh lagi perda tentang ketahanan pangan, itu bisa disinergikan dengan program Koperasi desa merah putih dan MBG, sehingga nanti implementasinya akan cepat," imbuh Politisi Partai Gerindra itu. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh