Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gus Fawait: Mengkritik Boleh, Mencaci Jangan! Respon Bupati Jember di Tengah Badai Demonstrasi Jakarta

Maulana RJ • Minggu, 14 Juni 2026 | 21:59 WIB
MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)
MUHAMMAD FAWAIT, Bupati Jember. (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Di tengah gelombang demonstrasi besar-besaran yang digawangi pemuda dan mahasiswa di Ibu Kota Jakarta belakangan ini, Bupati Jember Muhammad Fawait mengeluarkan seruan keras terkait etika menyampaikan pendapat di muka umum.

Menyikapi tensi nasional yang memanas, Bupati Gus Fawait, sapaan dia, meminta kelompok intelektual muda dan mahasiswa di Jember untuk tetap menjaga koridor etika jika ingin menyuarakan aspirasi.

"Saya titip kepada anak-anak muda Jember, terutama adik-adik mahasiswa. Mengkritik boleh, demo boleh, hearing boleh, yang tidak boleh adalah mencaci maki, menghina, dan lain sebagainya," katanya, saat berbicara di kesempatan final Pemilihan Gus Ning Jember 2026 di Alun-alun Jember, Sabtu malam (13/6).

Baca Juga: Suspend SPPG Jadi Alarm Evaluasi MBG? Begini Kata Wakil Ketua DPRD Jember

Sebagaimana diketahui, atmosfer politik di Jakarta sedang mendidih akibat rentetan aksi protes massa terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat yang dinilai mencekik rakyat.

​Isu-isu krusial mulai dari skandal korupsi dana program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengesahan UU Reformasi Polri yang kontroversial, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM, utang negara yang kian membengkak, beban pajak yang terus meroket, serta deretan lainnya, menjadi pemantik utama meluapnya kemarahan mahasiswa di jalanan ibu kota.

​Gus Fawait mengingatkan anak-anak muda Jember bahwa narasi kebencian dan caci maki bukanlah representasi dari identitas kearifan lokal daerah. "Karena itu bukan budaya Kabupaten Jember. Terutama kalau mau mengkritik pemerintah pusat, silahkan. Mencaci tidak boleh," imbuhnya.

Baca Juga: DPR Sedang Susun RUU Pasar Tradisional, Pemkab Jember Sudah Lebih Dulu Berlakukan Tarif Retribusi Nol Persen

Ia juga menyinggung soal dinamika politik elektoral. Ia mengingatkan bahwa ketidakpuasan terhadap pemegang kekuasaan seharusnya disalurkan melalui mekanisme konstitusional yang sah, bukan dengan cara mendelegitimasi personal di ruang publik. ​"Kalau urusan tidak cocok dengan pemimpin yang sekarang, bertarungnya nanti di dalam Pilpres maupun Pilkada yang akan datang," pungkas Politisi Partai Gerindra itu. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Berita Jember #Bupati Jember #Gus Fawait