Radar Jember – Pemkab Jember secara terbuka meminta partisipasi aktif masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya program Makan Bergizi Gratis.
Bahkan, bila perlu melapor ke via Wadul Guse.
Pj. Sekda sekaligus Ketua Satgas MBG Jember, Achmad Imam Fauzi, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mampu bekerja sendiri dalam memelototi sekitar 209 dapur MBG yang tersebar di wilayahnya.
Karena itu, pelibatan publik menjadi opsi paling pas demi menjaga keselamatan warga dan keandalan program.
"Satgas MBG membuka ruang selebar-lebarnya kepada masyarakat untuk memberikan masukan dan laporan mengenai pelaksanaan MBG," katanya, (8/6).
Fauzi menyatakan, Pemkab Jember menyediakan kanal besutan Bupati Jember, Muhammad Fawait, Wadul Guse, yang bisa menjadi ruang masyarakat melaporkan terkait kejanggalan di lapangan.
"Melalui kanal Wadul Guse, kami akan segera menindaklanjuti," tegasnya.
Lebih lanjut, Fauzi menyatakan bahwa langkah ini diambil menyusul temuan mengejutkan bahwa sejumlah SPPG di Jember mendadak berhenti beroperasi.
Menurut dia, berhentinya operasional tersebut diduga kuat merupakan imbas dari evaluasi total yang tengah dilakukan di seluruh SPPG se-Indonesia.
Kendati demikian, Satgas MBG Jember mengklaim tidak mau kecolongan. Pada 29 Mei 2026, mereka telah melakukan monev maraton terhadap 209 SPPG di seluruh Jember.
Langkah agresif ini merupakan bagian dari early warning system yang diinisiasi oleh Bupati Fawait untuk menyaring cacat produksi sejak dini.
"Melalui monev ini, ami bisa memetakan apa saja yang harus diperbaiki sekaligus menyodorkan masukan konkret ke pemerintah pusat," imbuh Fauzi. (mau/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh