Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bupati Jember: Kalau Serahkan Kemiskinan ke Dinsos saja, Sampai Kiamat Gak Bakal Beres!

Maulana RJ • Senin, 8 Juni 2026 | 11:21 WIB
Gus Fawait saat berbicara di depan seluruh camat, pejabat eselon, pimpinan OPD dan badan, hingga kepala sekolah, belum lama ini (23/5). Saat itu ia menyerukan seluruh jajarannya agar tegak lurus dengan Pemkab Jember. (Maulana/Radar Jember)
Gus Fawait saat berbicara di depan seluruh camat, pejabat eselon, pimpinan OPD dan badan, hingga kepala sekolah, belum lama ini (23/5). Saat itu ia menyerukan seluruh jajarannya agar tegak lurus dengan Pemkab Jember. (Maulana/Radar Jember)

PATRANG, Radar Jember - Menghadapi tantangan besar seperti kemiskinan dan pemerataan layanan publik, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa era kerja ego-sektoral antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah berakhir. Mulai kini, penuntasan masalah rakyat wajib dikerjakan dengan sistem keroyokan.

​"Saya ingin merubah mindset kita semua. Kalau ada masalah jangan dipasrahkan kepada satu OPD saja, gak mampu. Contoh, persoalan kemiskinan, kalau dipasrahkan kepada Dinas Sosial saja sampai kiamat tidak akan bisa. Kita harus bekerja bersama-sama," katanya, saat berbicara di hadapan para kepala SDN, SMPN, pimpinan OPD, hingga Camat se-Jember, (23/5).

Guna mempercepat efektivitas program, Gus Fawait, sapaan dia, secara khusus menunjuk para kepala sekolah dan camat untuk menjadi agen sosialisasi atau 'juru bicara' pemkab ke akar rumput.

Baca Juga: Tembus Rp312 Miliar! Gus Fawait Resmikan Kucuran Bantuan Pertanian Terbesar dalam Sejarah Kabupaten Jember

Berdasarkan temuannya di lapangan, masih banyak warga Jember yang belum melek terhadap fasilitas gratis yang disiapkan pemerintah daerah.

Gus Fawait meminta para pendidik menyampaikan program dengan bahasa yang membumi. Di antaranya adalah program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. "Gampangnya kalau ketemu masyarakat, bilang saja: Pokoknya orang Jember kalau sakit, berobat ke rumah sakit di seluruh Indonesia, itu gratis! Pakai bahasa yang simpel, jangan terlalu tinggi," pesannya.

​Selain kesehatan, Jember juga menorehkan sejarah baru lewat Program Peta Cinta (Pelayanan Tuntas Cetak KTP di Kecamatan). Per 1 Januari 2026, Jember disebut-sebut sebagai satu-satunya kabupaten yang menjamin ketersediaan blanko KTP di setiap kantor kecamatan, sehingga warga tak perlu lagi mengantre di kantor Dispendukcapil kota.

Baca Juga: Sinyal Mutasi Besar-besaran! Bupati Gus Fawait Cari Punggawa Dispendik Jember dari Rahim Kepala Sekolah

Ia juga menyebut ​terobosan skema Beasiswa Pemkab Jember. Jika dulu mahasiswa harus melewati seleksi ketat setiap tahunnya, kini sistemnya dipermudah. "Di era kita hari ini, pokok daftar, nyantol, diberi beasiswa sampai lulus kuliah. Catatannya hanya satu, pertahankan nilai IPK," tambah dia.

Selain soal Adminduk, UHC, dan beasiswa, ia juga meminta jajarannya untuk ikut menyosialisasikan kesiapan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penanganan sampah. "Jadi tolong kami dibantu, sampaikan kepada masyarakat. Dan silahkan panjenengan semua berinovasi," pungkas Gus Fawait.

Editor : Maulana RJ
#Makan Bergizi Gratis (MBG) #Jember #Kemiskinan #universal health coverage (uhc) #Gus Fawait