Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Cuma Lobi Panjang ke Pusat, Bupati Gus Fawait Bongkar Rahasia Satu Tiket Jember Tembus Kuala Lumpur

Maulana RJ • Selasa, 2 Juni 2026 | 18:07 WIB
KOLABORASI: Presiden Direktur Lion Group Daniel Putut, Anggota DPR Rivqy Abdul Halim, dan Bupati Gus Fawait, saat meresmikan rute Jember Surabaya, di Bandara Notohadinegoro Jember, Senin (1/6). (MAULANA/RADAR JEMBER)
KOLABORASI: Presiden Direktur Lion Group Daniel Putut, Anggota DPR Rivqy Abdul Halim, dan Bupati Gus Fawait, saat meresmikan rute Jember Surabaya, di Bandara Notohadinegoro Jember, Senin (1/6). (MAULANA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Dibukanya kembali rute penerbangan Jember-Surabaya melalui Bandara Notohadinegoro (1/6) tidak hanya memangkas waktu tempuh.

Namun, membawa ambisi besar untuk mendongkrak ekonomi daerah dan memfasilitasi puluhan ribu jemaah umrah.

Hal ini menjadi jawaban telak atas keraguan sejumlah pihak mengenai keberlanjutan umur rute penerbangan perdana maskapai Wings Air (Lion Group) di Jember.

Baca Juga: Cukup Satu Tiket Bisa Tembus 200 Kota Dunia, Siasat Singkat Bupati Gus Fawait Buka Rute Penerbangan Wings Air Jember!

​Menanggapi pertanyaan publik terkait jaminan kontinuitas agar rute tersebut tidak berhenti di tengah jalan, Presiden Direktur Lion Group, Kapten Daniel Putut Kuncoro Adi menegaskan pentingnya kolaborasi dari pemerintah daerah, provinsi, pusat, hingga peran agen perjalanan.

Dengan penerbangan yang dijadwalkan empat kali dalam seminggu, rute ini menawarkan efisiensi luar biasa. Waktu tempuh Jember-Surabaya yang biasanya memakan 4 hingga 5 jam lewat jalur darat, kini dipangkas habis menjadi hanya 40 menit saja. ​

"Transportasi adalah tulang punggung ekonomi. Kebutuhan bisnis pasti memerlukan waktu yang cepat dan tepat. Harapan kami pebisnis memanfaatkan ini," kata Kapten Danie.

​Meski infrastruktur runway Bandara Jember saat ini belum mencapai 3.000 meter untuk didarati pesawat berbadan besar menuju rute internasional, pihak maskapai punya siasat cerdas. Rute Jember - Surabaya ini diintegrasikan langsung sebagai rute transit ke Tanah Suci. ​

"Paling tidak kita bisa melalui Surabaya, di mana Lion Air terbang dari Surabaya langsung ke Madinah dan Jeddah. Kalau berangkat dari sini jam 11, insyaallah besok jam 12 siang sudah bisa salat di Masjidil Haram," bebernya meyakinkan.

Baca Juga: Gus Fawait Minta Warga Jember Jadi Mata-Mata Lingkungan, Rekam Oknum Bebal Pembuang Sampah Buat Dipidana!

​Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut kembali mengudaranya rute penerbangan ini adalah sebuah prestasi yang patut disyukuri dan didukung penuh oleh masyarakat.

Ia menegaskan bahwa rute Jember-Surabaya bukanlah tujuan akhir, tetapi sebuah 'pintu gerbang' menuju konektivitas global yang diperjuangkan dengan lobi panjang ke pemerintah pusat melalui perwakilan DPR RI.

"Untuk keberlanjutan, kami akan terus mensosialisasikan. Dan jangan hanya dilihat ini terbang Jember ke Surabaya saja. Cukup satu tiket dari Jember ke Surabaya, lalu menyambung ke pulau-pulau lain hingga ke luar negeri seperti Kuala Lumpur. Ini membuka pintu Jember ke Indonesia dan dunia!" katanya.

​Pernyataan ini juga diperkuat oleh Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, Rivqy Abdul Halim. Ia menyebut bahwa alasan logis penguatan rute ini sangat erat kaitannya dengan kebutuhan mendesak umat beragama di Jember. ​

"Berdasarkan riset, jemaah umrah terbesar di Jawa Timur adalah dari Jember. Ini insya Allah bisa mempermudah masyarakat untuk berangkat beribadah umrah langsung connecting Surabaya menuju Madinah atau Makkah," tutup Gus Rivqy, sapaannya. (mau/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#penerbangan jember #wings air #Bandara Notohadinegoro #bandara jember #Gus Fawait