Radar Jember - Kabupaten Jember membuktikan diri mampu keluar dari masa-masa sulit pengelolaan keuangan daerah.
Setelah sempat mencicipi rapor merah berstatus disclaimer dan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) sebelum tahun 2022, Jember kini sukses menjaga konsistensi dengan kembali menyabet opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
Kebangkitan ini terasa kian manis. Bupati Jember Muhammad Fawait, tidak hanya menerima penghargaan untuk daerahnya, tetapi juga didapuk mewakili seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Timur untuk memberikan sambutan di forum terhormat tersebut.
"Jember pernah berada pada masa ketika opini WTP belum berhasil diraih namun hari ini, dengan kerja keras, pembenahan, dan komitmen bersama, Jember mampu bangkit dan terus menjaga tata kelola keuangan yang lebih baik," katanya, saat memberi paparan, seusai penyerahan LHP BPK dengan predikat WTP, di Auditorium BPK RI Jatim di Sidoarjo, Jumat (29/5).
Gus Fawait, sapaan dia, menegaskan, panggung kehormatan di tingkat provinsi tersebut sejatinya adalah milik seluruh warga Jember yang terus mengawal jalannya pemerintahan.
"Ini bukan hasil kerja satu orang. Ini adalah hasil kerja bersama, seluruh elemen," katanya.
Ia meyakinkan, opini WTP ini menjadi bukti sahih bahwa APBD Jember kini dikelola secara transparan dan akuntabel. Dampaknya pun mulai terasa di sektor riil.
Berdasarkan data BPS, Jember kini melesat menjadi daerah dengan performa ekonomi terbaik di kawasan Tapal Kuda, ditandai dengan lonjakan pendapatan daerah.
Baca Juga: Jember Sabet WTP Lagi, Gus Fawait: Ini Bukti Transparansi Membumi, Bukan Jargon Politik!
"Raihan WTP ini bisa diartikan bahwa pengelolaan APBD Jember jauh lebih efektif, khususnya di dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengakselerasi pengentasan kemiskinan," katanya.
Ia berharap, WTP menjadi bahan bakar untuk terus melayani. "Semoga capaian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga integritas, bekerja dengan amanah, dan memastikan setiap kebijakan serta anggaran benar-benar kembali untuk kepentingan masyarakat Jember," pungkasnya. (mau/bud)