Radar Jember - Ultimatum keras langsung ditiupkan Bupati Jember Muhammad Fawait, sesaat setelah melantik 734 Kepala Sekolah SD dan SMP di Aula SMPN 7 Jember, Sabtu (23/5).
Tidak ada waktu untuk bersantai, para kepala sekolah baru ini langsung dihadapkan pada tenggat waktu (deadline) ketat performa kerja yang akan diuji secara berkala.
Langkah berani ini diambil untuk mengubah kultur pendidikan Jember menjadi lebih progresif, humanis, dan berorientasi pada hasil.
Gus Fawait memberikan waktu yang sangat singkat bagi para pejabat baru untuk membuktikan kapasitas mereka melalui inovasi yang nyata.
“Enam bulan saya beri waktu untuk melakukan terobosan-terobosan. Karena nanti setiap enam bulan akan kita evaluasi,” tegas Gus Fawait.
Gus Fawait, menyatakan ratusan kepala sekolah yang baru dilantik ini mengemban misi besar untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyukseskan program-program strategis nasional maupun lokal.
Mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Universal Health Coverage (UHC), Peta Cinta, hingga program beasiswa pendidikan. Kinerja itu juga nantinya yang akan diukur melalui evaluasi enam bulanan.
“Silahkan beraktualisasi diri untuk mendapatkan prestasi baik akademik maupun non-akademik. Pendidikan harus menjadi alat untuk menciptakan masa depan Jember yang lebih baik,” katanya.
Wejangan keras ini bukan tanpa alasan. Gus Fawait menyatakan Jember saat ini sedang memperjuangkan tambahan bantuan dana revitalisasi sekolah untuk tahun depan. Dan hal itu menuntut transparansi total agar tepat sasaran dan bebas dari penyelewengan.
Ia juga meminta pengawasan multi-pihak yang ketat guna mengawal penggunaan anggaran masa depan tersebut.
“Kami tidak bisa mengawasi satu per satu. Maka saya mohon bantuan semua pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, para pengawas, kepala sekolah, hingga rekan-rekan media sebagai pilar demokrasi untuk bersama-sama mengawal,” pungkas Gus Fawait. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh