Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sowan Maraton Gus Fawait Temui 4 Kementerian dan Badan di Jakarta, Apa Saja Hasilnya untuk Jember?

Maulana RJ • Sabtu, 9 Mei 2026 | 15:52 WIB
Gus Fawait saat audiensi dengan Wamensos Agus Jabo Priyono, terkait data-data kemiskinan Desil 1 hasil di Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Dok. Gus Fawait)
Gus Fawait saat audiensi dengan Wamensos Agus Jabo Priyono, terkait data-data kemiskinan Desil 1 hasil di Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Dok. Gus Fawait)

JAKARTA, Radar Jember - Bupati Jember Muhammad Fawait, baru-baru ini diketahui melakukan manuver politik dan diplomasi tingkat tinggi di Ibu Kota selama dua hari berturut-turut, Rabu-Kamis (6-7/5/2026).

Tidak sendiri, Gus Fawait, sapaan akrab dia, memboyong Sekda dan anggota Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Jember untuk menjemput bola berbagai program strategis nasional ke kementerian dan badan setingkat menteri.

Mulai dari Kementerian Koperasi (Kemenkop), Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Kementerian Sosial (Kemensos), hingga Kementerian Kehutanan (Kemenhut). 

"Kita ngamen lagi ke Jakarta, dalam dua hari ini kita sudah ketemu dengan beberapa menteri dan kepala badan," kata Gus Fawait, dalam keterangan resminya (8/5/2026). Ia mengistilahkan "ngamen" sebagai upaya lobi-lobi atau sowan ke pemerintah pusat melalui relasi politiknya, di kementerian, badan atau parlemen.

Baca Juga: Gus Fawait Lobi Menhut Raja Juli! Perhutanan Sosial Bakal Jadi Senjata Baru Basmi Kemiskinan Ekstrem di Jember!

Di hari pertama lawatannya, Gus Fawait terpantau mendatangi Kemenkop dan beraudiensi langsung dengan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. Saat itu, ia menawarkan konsep Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Jember sebagai pemasok utama bahan baku untuk program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Jika lobi ini sukses, perputaran uang triliunan rupiah dari program pusat diyakini akan mengalir deras ke kantong-kantong petani dan peternak di pelosok Jember.

Dalam kesempatan itu juga, Menkop Ferry mendorong pembangunan (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan) SPBUN yang dikelola koperasi sebagai bagian dari penguatan ekonomi rakyat berbasis energi, sekaligus mengharapkan KDMP di Jember mampu menjadi offtaker yang menyerap dan memasarkan berbagai produk unggulan lokal secara berkelanjutan.

Baca Juga: Jember Jadi Pionir Nasional! BP Taskin Puji Langkah Gus Fawait Kerahkan ASN Lakukan Verval Data Kemiskinan

Seusai dari Kemenkop, lawatan berlanjut ke BP Taskin. Di depan Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule, inisiasi mengerahkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Jember untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan secara langsung ke lapangan mendapat apresiasi luar biasa. Strategi ground-checking ini dinilai sebagai langkah revolusioner yang menjadikan Jember sebagai pionir nasional. Dengan data yang akurat, intervensi kemiskinan, stunting, hingga masalah putus sekolah di Jember diyakini akan tepat sasaran. "(Terkait ASN) ini sebenarnya yang diperintahkan Kemenpan-RB. Belum nyampe perintahnya, Jember sudah melakukan lebih dulu," kata Iwan Sumule, dalam keterangan resminya, memuji inovasi pengerahan ASN Pemkab Jember. 

Baca Juga: Bukan Sekadar Data! Strategi Ground Checking ASN Jember Jadi Sorotan Kemensos Untuk Perangi Stunting dan Putus Sekolah!

Pada hari kedua, diplomasi berlanjut ke meja Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, dan Wamenhut Rohmat Marzuki, sekaligus. Gus Fawait menyoroti potensi lahan hutan yang luas di Jember. Ia melobi agar program Perhutanan Sosial dipercepat dan diperluas. Baginya, akses lahan bagi masyarakat pinggir hutan adalah opsi yang pas untuk membasmi kemiskinan ekstrem di wilayah perkebunan dan pegunungan di Jember. 

Dalam keterangan resminya, Menhut Raja Juli memberikan lampu hijau untuk Jember. "Dari hasil pertemuan ini, kami jajaran Kementerian Kehutanan dan Pemkab Jember sepakat bahwa program Perhutanan Sosial bisa menjadi salah satu solusi dari permasalahan ini," kata Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.

Di titik keempat, Kementerian Sosial (Kemensos) menjadi jujukan terakhir lawatan rombongan Bupati Gus Fawait. Ia membawa hasil keringat 21.926 ASN Jember yang telah turun melakukan Verval data-data kemiskinan Desil 1, ke meja Wamensos Agus Jabo Priyono.

Dalam keterangan resminya, Wamensos Agus Jabo merespon positif inisiatif Pemkab Jember dalam urusan data-data kemiskinan. Ia menekankan akurasi data penerima bantuan sosial (Bansos) agar lebih tepat sasaran. Akurasi data ini diyakini sebagai salah satu ikhtiar untuk memastikan keadilan dan hak-hak setiap warga, khususnya Desil 1, benar-benar tepat sasaran, sekaligus memastikan program-program pengentasan kemiskinan lebih terukur.

Baca Juga: Gus Fawait Lobi Menkop! Koperasi Desa Merah Putih di Jember Disiapkan Jadi Pemasok Utama Program MBG!

Dari lawatan maraton itu, Gus Fawait seolah ingin menyatakan satu hal bahwa Jember harus menjadi prioritas nasional dalam pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan. Dalam banyak kesempatan, ia menilai kemiskinan ekstrem di kota berpenduduk 2,6 juta ini sudah cukup kronis, memicu ragam permasalahan yang kompleks. Mulai dari stunting, AKI-AKB, rendahnya tingkat partisipasi sekolah, hingga rendahnya pendapatan masyarakat.

Ia juga memastikan, seusai Verval dan lawatannya ke kementerian dan badan ini, Pemkab Jember akan terus berkolaborasi dengan pemerintah di atasnya demi target penurunan kemiskinan Jember bisa efektif terkoreksi di bawah 200 ribu jiwa.

Editor : Maulana RJ
#Jember #kementerian koperasi #pengentasan kemiskinan #kemensos #Gus Fawait