Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Danantara Caplok Saham Aplikator Ojol: Pangkas Upeti Mencekik atau hanya Pergantian Pemain?

Maulana RJ • Minggu, 3 Mei 2026 | 10:19 WIB
Para driver ojol saat mengikuti suatu giat bersama di Jember. (Foto: Maulana/Radar Jember)
Para driver ojol saat mengikuti suatu giat bersama di Jember. (Foto: Maulana/Radar Jember)

JAKARTA, Radar Jember - Dalam sebuah langkah yang mengejutkan pasar digital nasional, pemerintah Indonesia melalui lembaga pengelola investasi Danantara dilaporkan telah melakukan penetrasi langsung ke jantung industri transportasi daring. Tidak lagi sekadar regulator, negara kini resmi menjadi pemain dengan mengambil alih sebagian saham aplikator besar tanah air.

​Wakil Ketua DPR RI, dalam pernyataan terbarunya, menegaskan bahwa langkah agresif ini diambil sebagai intervensi langsung untuk mengakhiri era upeti tinggi yang selama ini mencekik jutaan driver online.

​"Aplikator selama ini mengambil 20 atau 10 persen. Dengan masuknya pemerintah melalui Danantara sebagai pemegang saham, sistem kebijakan akan disesuaikan. Target utama kami: menurunkan biaya potongan aplikator hingga menjadi 8 persen saja," tegasnya di hadapan awak media.

Baca Juga: Algoritma Maut dan Potongan Mencekik: Mengapa Menjadi Driver Ojol Kini Semakin Sulit?

Selama bertahun-tahun, hubungan antara aplikator dan pengemudi yang berbalut status mitra menuai kritik tajam karena dianggap timpang. Namun, dengan kendali saham di tangan negara, narasi ini dipaksa berubah. Penurunan potongan hingga 8 persen bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan pernyataan perang terhadap model bisnis yang dianggap terlalu eksploitatif.

​Meski demikian, pemerintah tampaknya masih berhati-hati dalam mengubah status hukum para pengemudi. Diskusi mengenai apakah para pengemudi akan tetap menjadi mitra atau bertransformasi menjadi pekerja formal masih dalam tahap simulasi intensif.

Langkah ini dipandang oleh para pengamat politik internasional sebagai upaya populisme ekonomi yang cerdas sekaligus berisiko. Di satu sisi, pemerintah mendapatkan simpati dari jutaan keluarga pengemudi ojek online. 

Baca Juga: Menolak Punah! 7 Monster Diesel di Bawah Rp100 Juta yang Ogah Berkawan dengan SPBU

Di sisi lain, intervensi saham ini mengirimkan sinyal kuat kepada investor global bahwa di Indonesia, negara tidak ragu untuk masuk ke dalam sistem jika pasar dianggap tidak adil.

Pemerintah berjanji akan tetap melibatkan organisasi-organisasi pengemudi ojol dalam setiap pengambilan keputusan strategis. "Kawan-kawan ojol tetap akan diajak berembuk. Ini menyangkut sistem yang harus disesuaikan secara perlahan tapi pasti," tambahnya.

Baca Juga: Daftar Kecelakaan Kereta Paling Horor di Indonesia, Ada yang Menelan 200 Nyawa Sekaligus!

​Kini, bola panas ada di tangan para pengelola aplikasi. Apakah mereka akan tunduk pada kendali baru negara, ataukah langkah Danantara ini justru akan memicu turbulensi baru di industri teknologi nasional? Satu yang pasti: era potongan 20 persen telah berakhir di tangan kekuasaan.

Editor : Maulana RJ
#Aplikator Ojol #driver ojol #Danantara #sufmi dasco #ojek online