Radar Jember - Komitmen pemerintah daerah dalam upaya menekan angka kemiskinan yang tercatat signifikan se-Jawa Timur, terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan.
Tidak hanya melalui keterlibatan 20 ribu lebih ASN melakukan verval data kemiskinan, apresiasi dari sejumlah kalangan juga mengalir dari tingkat regional.
"Saya persembahkan award ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu," kata Bupati Jember Muhammad Fawait, usai dirinya dianugerahi sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan, Selasa (21/4).
Baca Juga: Bakal Berdiri di Jember! Simak Tugas dan Estimasi Gaji Penjamin Mutu Kampung Nelayan Merah Putih
Mewakili Bupati Fawait, Kepala Diskominfo Jember Regar Jeane Dealen Nangka, menjemput apresiasi tersebut, saat malam penganugerahan yang diselenggarakan oleh satu media regional Jawa Timur itu, di Grand City, Surabaya, Selasa (21/4).
Penghargaan ini diberikan atas capaian signifikan Pemkab Jember dalam menekan angka kemiskinan melalui validasi data dan kerja lapangan yang masif.
Dalam keterangan resminya, Gus Fawait, sapaan akrabnya, juga mengutarakan apresiasi ini bukan hasil kerja personal, tapi super team di seluruh birokrasi pemerintahan di Jember.
"Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid," katanya.
Ia menilai, akurasi data menjadi cukup krusial untuk memastikan intervensi pemerintah tepat sasaran. Gus Fawait mengakui, persoalan kemiskinan selama ini mengakibatkan banyak masalah, mulai dari stunting, kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas.
Meski performa penurunan kemiskinan tahun 2025 kemarin tercatat sebagai salah satu yang terbaik se-Jatim dan Tapal Kuda, ia tidak berpuas diri.
Ia berharap, apresiasi ini dapat menjadi amunisi tambahan untuk meningkatkan performa birokrasi dalam upaya penanganan kemiskinan ini.
"Kami bersama seluruh OPD terus berupaya agar kemiskinan ini bisa kita tekan hingga target di bawah angka psikologis 200 ribu (rata-rata jumlah kemiskinan absolut selama 10 tahun terakhir)," harapnya. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh