Program prioritas nasional ini diprediksi akan mengalirkan dana segar dalam jumlah yang sangat fantastis setiap tahunnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa potensi perputaran uang dari program ini diperkirakan mencapai Rp4 triliun hingga Rp4,6 triliun per tahun.
Angka ini sangat mencengangkan karena secara nominal telah melampaui total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember yang berada di kisaran Rp4,3 triliun dalam beberapa tahun terakhir.
"Dengan adanya MBG ini akan ada perputaran keuangan yang luar biasa di Kabupaten Jember. Kalau nanti semuanya beroperasi, akan ada sekitar 4 sampai 4,6 triliun dalam setahun, padahal APBD Jember cuma 4,3 triliun," tegas Bupati Jember Muhammad Fawait, saat peresmian Dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Cahaya Sholawat Nusantara, di JI. Duku Pondok Jeruk Desa Wringi Agung, Kecamatan Jombang, Jember, pada Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Bukan Sekadar Wacana! Gus Fawait Bocorkan Rencana Sambungan Tol Prosiwangi Lewati Jember
Di lokasi yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut bahwa skema anggaran dirancang menyentuh ke tingkat unit pelayanan terkecil di daerah.
Setiap dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jember akan mengelola dana operasional yang cukup besar setiap bulannya.
"Satu SPPG seperti ini akan menerima Rp 1 miliar per bulan. Di mana 70 persennya untuk membeli bahan baku sehingga petani, peternak, nelayan, dan UMKM sangat diuntungkan," kata Dadan Hindayana di lokasi yang sama, seusai meresmikan SPPG di Kecamatan Jombang, Jember tersebut.
Baca Juga: Respons Gejolak Minyak Dunia: Gus Fawait Ajak Kepala OPD Semobil Bareng demi Efisiensi Anggaran
Investasi besar ini diharapkan tidak hanya memperbaiki gizi anak, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Pemkab Jember optimis kemiskinan akan terkikis seiring dengan aktifnya ratusan titik dapur SPPGB di seluruh wilayah.
"Saya yakin itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi kita, pendapatan Jember juga pasti akan meningkat, dan pasti ujungnya adalah pengentasan kemiskinan," tambah Bupati Fawait.
Pemerintah pusat melalui BGN menargetkan seluruh dapur produksi di Jember bisa beroperasi 100 persen dalam waktu dekat untuk memaksimalkan dampak ekonomi lokal tersebut.
Sinergi antara pusat dan daerah menjadi kunci utama keberhasilan program monumental ini. "Target kita pertengahan tahun sudah bisa operasi semua di seluruh Indonesia, termasuk Jember yang saat ini sudah beroperasi 207 unit," kata Dadan.
Editor : Maulana RJ