Radar Jember - Pemkab Jember memastikan terus memperkuat komitmennya di sektor pelayanan dasar kesehatan.
Setelah mengimplementasikan Universal Health Coverage (UHC) dan penerjunan 1.200 tenaga kesehatan (nakes) ke desa-desa, pemerintah daerah segera meluncurkan program Home Care, pada Mei 2026 ini.
"Insyaallah bulan depan (Mei 2026) akan kita launching Home Care untuk warga tidak mampu, kata Bupati Jember Muhammad Fawait, saat Halalbihalal bersama PPNI Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, (11/4).
Baca Juga: Gebrakan Transparansi! Gus Fawait Siap Dikuliti Pakar dan Warga Jember Lewat Live Streaming 'Gus Bupati Menjawab'
Di hadapan ribuan perawat saat itu, Gus Fawait, sapaan akrab dia, menyatakan Home Care dirancang sebagai layanan medis jemput bola untuk menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik maupun finansial.
Nantinya, layanan ini menjadi prioritas bagi warga miskin, lansia, penyandang disabilitas, serta pasien dengan penyakit kronis yang sulit untuk mendatangi fasilitas kesehatan (faskes). "Ini adalah bentuk perlindungan konkret bagi mereka yang tidak bisa ke rumah sakit," kata Gus Fawait.
Direncanakan, teknis pelaksanaannya melibatkan integrasi teknologi dan layanan lapangan. Warga dapat berkomunikasi atau berkonsultasi dengan dokter melalui ponsel, yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan pengiriman tim nakes langsung ke rumah pasien dengan peralatan medis yang memadai.
Baca Juga: Target Zero Kemiskinan! Gus Fawait Siapkan Strategi Khusus Berdayakan Warga Pelosok Hutan Jember!
Lebih jauh, program Home Care ini menjadi pilar ketiga dalam strategi kesehatan Gus Fawait.
melengkapi dua program besar sebelumnya yakni berobat gratis melalui UHC Prioritas dan Penerjunan 1.200 Nakes, yang salah satunya fokus pada penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan penanganan stunting.
Gus Fawait menargetkan, program di bidang kesehatan ini keseluruhan akan diproyeksikan untuk mendukung target besarnya, agar Jember memiliki Wisata Medis, di mana pelayanan kesehatan tidak hanya profesional tetapi juga memberikan kenyamanan layaknya di tempat wisata.
“Kita ingin merangkul semua elemen, mulai dokter hingga perawat. Jika semua kompak, kesehatan di Jember akan jauh lebih baik. Perawat sekarang bukan sekadar pembantu dokter, tapi rekan kerja yang punya kesempatan berkarier hingga pimpinan puskesmas,” pungkas Gus Fawait. (mau/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh